Apakah Autis bisa Sembuh Sejak Dini? Memiliki Peluang untuk Pulih

Apakah Autis bisa Sembuh

Apakah autis bisa sembuh? Pertanyaan ini mungkin saja terlintas dalam pikiran para orang tua yang memiliki anak autis. Lantas, apakah anak penderita autisme dapat disembuhkan sejak usia dini?

Apakah Autis bisa Sembuh? Berikut Penjelasannya

Autis atau autisme merupakan salah satu kelainan perkembangan sistem saraf. Dampak yang ditimbulkan, penderitanya dapat mengalami gangguan tingkah laku atau perilaku hingga interaksi sosial. Faktor penyebab autis hingga saat ini masih belum jelas. Namun, ada dugaan jika berkaitan dengan faktor genetik hingga memiliki riwayat lahir secara prematur.

Selain itu, juga bisa dipicu karena adanya kelainan genetik tertentu. Misalnya saja, tuberous sclerosis hingga sindrom fragile X. Anak-anak yang dilahirkan oleh orang tua berusia lebih dari 40 tahun, rentan terhadap gangguan spektrum autisme ini. Ibu yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol atau menggunakan obat tertentu selama kehamilan juga bisa menjadi faktor risiko autis pada anak.

Sejauh ini, anak yang mengalami autis belum bisa disembuhkan secara total. Namun, bukan berarti tidak ada harapan bagi anak penderita autis untuk hidup normal seperti anak-anak sehat lainnya. Sebagian besar penderita autis memiliki gejala yang ringan. Meskipun gejala yang terjadi pada anak dirasa mengganggu, maka gejala tersebut memiliki peluang besar untuk diperbaiki.

Alhasil, anak autis bisa menjalani kehidupan dan aktivitas sehari-harinya tanpa kesulitan yang berarti. Selain memberikan harapan bagi anak autis untuk hidup normal, sebaiknya para orang tua tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan bisa menyikapi kondisi anak dengan cara yang bijaksana.

Kenali Gejala dan Ciri-Ciri Anak Autis

Guna menjawab pertanyaan apakah autis bisa sembuh, ada baiknya untuk mengenali gejala dan ciri-cirinya terlebih dahulu. Sebagian besar penderita autis, harus menghabiskan sisa hidupnya dengan kondisi tersebut. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, autis adalah kelainan yang mengganggu perkembangan saraf, sehingga dapat mempengaruhi perilaku maupun cara penderitanya saat berkomunikasi dengan orang lain.

Pada dasarnya, penderita autis seringkali tidak memperlihatkan gejala. Namun, dapat diketahui dari cara berkomunikasinya, proses belajarnya, cara berinteraksi, hingga perilakunya yang sangat berbeda dari orang-orang normal pada umumnya.

Orang dengan autis, memiliki cara berpikir yang pintar dan berbakat. Memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaikan masalah. Akan tetapi, tidak sedikit juga penderita autis yang lambat dalam belajar. Sebagian penderita autisme, baik itu ketika masih berusia anak-anak maupun beranjak dewasa, dapat menjalani kehidupan secara mandiri. Sedangkan sebagian yang lain, membutuhkan banyak bantuan.

Anak maupun orang dewasa dengan riwayat autis seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Meski demikian, seringkali tidak mengacuhkan orang-orang sekitarnya. Anak penderita autis memiliki kecenderungan menghabiskan waktu seorang diri. Selain itu, umumnya mengalami masalah dalam komunikasi secara non verbal. Hal ini bisa berkaitan dengan kontak mata, bahasa tubuh, nada suara, hingga ekspresi wajah. Oleh karena itulah, penderita autis bisa saja tidak menyadari keberadaan orang lain ketika diajak berbicara.

Sama seperti orang pada umumnya, penderita autis juga bisa memiliki ketertarikan pada seseorang. Namun, cenderung tidak tahu cara mengekspresikan perasaannya, bagaimana cara berbicara atau bermain dengan orang tersebut. Penderita autis juga mengalami kesulitan dalam memahami jalan pikir orang lain. Beberapa penderitanya bisa mengulangi tindakan tertentu secara berulang kali.

Apakah Autis bisa Sembuh Sejak Dini?

Pada pembahasan di awal, sampai detik ini belum ada pengobatan atau penanganan yang bisa menyembuhkan autis secara pasti. Namun kabar baiknya dari apakah autis bisa sembuh atau tidak, terdapat kemungkinan lain. Peneliti yang berasal dari Ukraina telah melalui diskusi panjang jika terdapat peluang bagi penderita autis untuk sembuh sepenuhnya. Asalkan, mendapatkan penanganan sedini mungkin atau sejak tahapan awal.

Selain itu, kurang lebih 30% anak dengan riwayat autis bisa sembuh total. Hal ini mungkin saja terjadi apabila kondisinya terdeteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan segera. Tak hanya itu, gejala autis yang diatasi sejak dini ada kemungkinan bisa sembuh seiring dengan bertambahnya usia. Masih ada banyak kesempatan bagi penderita autis untuk sembuh dan menjalani kehidupan yang lebih baik tanpa bergantung dengan orang lain.

Seiring berjalannya waktu dan teknologi yang semakin canggih, penderita autis dapat hidup lebih baik dengan metode maupun pengobatan secara tepat. Sebagai orang tua, sangat dianjurkan untuk memberikan arahan dan penanganan terbaik. Salah satunya adalah dengan mengonsultasikannya ke dokter anak yang memberikan perawatan terhadap gangguan autis tersebut.

Dalam dunia medis, apakah autis bisa sembuh atau tidak ini akan mendapatkan tindakan dengan menjalani terapi yang komprehensif. Hal ini juga mencakup sejumlah terapi lainnya, seperti terapi wicara, terapi perilaku, terapi okupasi, hingga pemberian beberapa jenis obat.

Tak hanya itu, penderita autisme juga bisa menjalani DIR (developmental, individual differences, relationship based approach) dan TEACCH (treatment and education of autistic and related communication handicapped children).

Peluang Autis bisa Pulih dan Hidup Normal

Terkait apakah autis bisa sembuh, memang menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat luas. Meski begitu, peluang autis bisa pulih dan menjalani kehidupan normal masih terbuka lebar. Langkah utama yang harus dilakukan adalah dengan memberikan terapi secara optimal. Jika mendapatkan penanganan sejak dini dan betul-betul diobati dengan baik, maka gejala-gejalanya akan semakin berkurang.

Setelah itu, ketika sudah besar, mulai bisa berkomunikasi, bermain dengan teman-temannya hingga tidak memperlihatkan perilaku yang aneh-aneh. Tak sedikit anak-anak autis bisa tumbuh dewasa dan menjadi sosok yang berprestasi, sukses, dan berhasil. Bahkan, penderita autis yang memiliki tingkat kecerdasan normal, bisa menjadi seorang dokter, sarjana pendidikan, ilmuwan, insinyur, hingga arkeolog.

Penderita autis bisa berasal dari berbagai macam kalangan. Gangguan spektrum autism tidak berkaitan dengan faktor atau tingkatan ekonomi sebuah keluarga. Maka dari itulah, para orang tua harus selalu memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan anak sejak dini. Jangan lupa untuk memeriksa tumbuh kembang anak ke dokter atau klinik secara rutin.

Ketika mendapati anak mengalami perkembangan yang lambat, segera memberikan penanganan, sehingga segera mendapatkan tindakan sesuai gejalanya. Anak-anak yang mengalami autis bisa terdeteksi ketika menginjak usia dua tahun.

Generos sebagai Nutrisi Herbal untuk Otak Anak

Apakah autis bisa sembuh tentu sudah ada jawabannya di atas. Nah, selama masa pengobatan dan perawatan autis, sudah sewajarnya diimbangi dengan mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi. Salah satu nutrisi herbal untuk membantu tumbuh kembang dan otak anak adalah Generos.

Generos adalah produk herbal yang berkhasiat untuk membantu memelihara kondisi kesehatan tubuh dan otak anak. Dalam Generos memiliki kandungan bahan-bahan alami, sehingga sangat membantu menjaga kesehatan saat masa pertumbuhan. Selain itu, membantu dalam memaksimalkan perkembangannya.

Terdapat lima kebaikan alami Generos yang sudah mendapatkan kepercayaan masyarakat luas. Lima bahan alami terbaik ini adalah ikan sidat, pegagan, madu hitam, mengkudu, hingga temulawak.

Demikianlah penjelasan singkat tentang pertanyaan apakah autis bisa sembuh atau tidak. Tak terlepas dari terapi dan pengobatan yang dilakukan, Generos bisa menjadi salah satu tambahan nutrisi untuk memaksimalkan penanganan autis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?