Autis Adalah Gangguan Perkembangan Otak, Kenali Ciri-Cirinya

Autis Adalah

Autism spectrum disorder atau autis adalah gangguan pada perkembangan anak yang menyebabkan kemampuan sosialisasi dan komunikasi terganggu. Biasanya orang dengan gangguan ini memiliki dunianya sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Autis Adalah Gangguan Perkembangan Otak, Kenali Ciri-Cirinya

Gangguan ini menjadi salah satu gejala yang cukup banyak terjadi di masyarakat. Kondisi ini biasanya terjadi dan ditemui sejak lahir. Salah satu ciri anak penderita gangguan ini adalah terlambat dalam berbahasa lisan saat berusia 1-6 tahun.

Pengertian Autis

Autisme merupakan gangguan pada perkembangan fungsi otak manusia. Kebiasaan di luar perilaku anak pada umumnya terlihat saat anak berusia 3 tahun. Saat-saat itulah orang tua mulai menyadari ada yang berbeda dengan anak mereka. Gangguan ini menyebabkan anak tidak dapat berkomunikasi serta sulit mengekspresikan perasaan dan keinginan.

Hal ini menyebabkan hubungan perilaku cukup terganggu. Gangguanya mencakup imajinasi, fleksibilitas, bidang sosial, fungsi afeksi, komunikasi, kognisi, dan atensi. Autis merupakan sebutan bagi orang-orang penderita gangguan pada sistem saraf yang mempengaruhi perilaku sehari-hari.

Penyebab Autisme

Hingga kini, penyebab gangguan autisme belum diketahui secara pasti. Dari penelitian, ada beberapa penyebab autis adalah sebagai berikut:

  1. Faktor metabolik
  2. Ketidakseimbanan biokimia
  3. Faktor genetik
  4. Ada beberapa kasus tidak biasa, penyebab gangguan autisme oleh infeksi virus (TORCH), atau penyakit-penyakit lainya, seperti fenilketonuria (penyakit kekurangan enzim) dan sindrom X (kelainan kromosom)

Menurut studi Lumbantobing (2000), terdapat beberapa faktor yang menyebabkan autis adalah:

  1. Faktor keluarga dan psikologi dari penelitian respons anak-anak terhadap stressor dari lingkungan dan keluarga
  2. Faktor genetik dari hasil penelitian yang mengungkap 2-4% dari saudara kandung mengidap penyakit yang sama
  3. Dari faktor biokimia
  4. Faktor kehamilan dan kelahiran
  5. Faktor kekebalan tubuh yang berhubungan dengan masa kehamilan, faktor kekebalan tubuh ibu bayi yang tidak mampu mencegah infeksi dan menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf bayi
  6. Terdapat kelainan pada organ-organ neurologi dan biologi yang berhubungan dengan kerusakan organ tersebut. Sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi yang akhirnya menimbulkan autisme pada penderitanya.

Ciri-Ciri dan Gejala Penderita Autisme

Gejala autisme cukup beragam, setiap anak yang mengalami gangguan ini dapat menunjukkan gejala berbeda. Gejalanya hampir serupa dengan sindrom Pitt-Hopkins, tetapi secara umum cirinya terdiri dari tiga karakteristik, yakni:

Gangguan dalam Berperilaku

Terdapat sejumlah pola perilaku khas yang umumnya ditunjukkan oleh anak dengan gangguan autis adalah:

  1. Anak menangis, marah, atau tertawa tanpa alasan yang jelas
  2. Hanya mau mengonsumsi dan menyukai makanan tertentu
  3. Hanya menyukai topik atau objek tertentu
  4. Melakukan suatu tindakan atau gerakan tertentu secara berulang, misalnya seperti memutarkan badan atau mengayunkan tangan
  5. Melakukan aktivitas yang membahayakan diri, seperti membenturkan kepala ke dinding atau menggigit tangan dengan kencang

Gangguan dalam Berkomunikasi

Selain gangguan pada berperilaku, penderita autisme juga kerap mengalami gangguan pada komunikasi. Gangguan yang kerap dialami anak penderita autis adalah kesulitan dalam berbicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa isyarat.

Hal inilah yang membuat anak tersebut sulit membuka percakapan dan memahami maksud dari perkataan atau petunjuk dari orang lain. Tidak jarang juga anak dengan autisme mengucapkan satu kata berulang.

Ia juga bisa mengucapkan kata dengan latah yang beberapa waktu didengarnya. Selain itu, ia juga kerap mengucapkan sesuatu menggunakan nada tertentu seperti tengah bersenandung.

Gangguan dalam Berinteraksi Sosial

Ciri selanjutnya dari penderita autis adalah kesulitan dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Anak dengan gangguan autisme seringkali terlihat asyik dengan dunianya sendiri. Sehingga sulit untuk terhubung dan komunikasi dengan orang sekitar.

Terkadang anak dengan autisme terlihat kurang responsif dan sensitif terhadap perasaan sendiri dan tanggapan dari orang lain. Karena itu, anak dengan gangguan ini tidak mudah berteman, berbagi mainan, dan bermain. Ia juga lebih fokus terhadap satu objek atau mata pelajaran di sekolah.

Meskipun demikian, gejala autisme tidak selalu buruk karena ada beberapa anak yang memiliki kelebihan di bidang atau bakat tertentu. Contoh kelebihan autis adalah memiliki ketertarikan seni musik dan menggambar atau mampu belajar secara rinci dan mengingatnya dalam waktu lama.

Diagnosa Anak dengan Autisme

Beberapa anak penderita autisme gejalanya menyerupai gejala gangguan lain, seperti sindrom asperger atau sindrom savant dan gangguan cemas. Karena itu, anak yang sudah dicurigai mengidap gangguan ini perlu diperiksakan ke dokter anak.

Kemudian dokter akan mengevaluasi tumbuh kembang anak dengan menilai kemampuan berperilaku, berbicara, belajar, hingga pergerakan anak. Bila ditemukan beberapa masalah pada hasil evaluasinya, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain. Pemeriksaan lanjutan tersebut berupa tes genetik, tes pendengaran, dan konsultasi psikologi anak.

Pengobatan Autisme

Keluarga berperan penting dalam perkembangan anak, termasuk anak dengan gangguan autisme. Keluarga, terutama orang tua berperan penting dalam membantu anak untuk belajar komunikasi dan berperilaku terhadap orang sekitar dan lingkungan.

Selain itu, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk penderita autis adalah terapi. Terapi perilaku diperlukan untuk mengontrol atau membentuk perilaku yang diinginkan dan tidak diinginkan. Cara ini bisa diterapkan dengan sistem reward dan punishment.

Bisa juga menggunakan obat-obatan di bawah pengawasan dokter. Langkah pengobatan bisa dilakukan apabila terdapat kecurigaan gangguan otak yang mengganggu pusat emosi penderita autisme. Beberapa obat yang bisa diberikan seperti haloperidol (antipsikotik), fenfluramin, clopramide (mengurangi perilaku agresif dan kejang), dan naloxone (obat opiat).

Pencegahan Autisme

Hingga kini belum ditemukan cara mencegah timbulnya autisme. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko autisme kepada para ibu, terutama ibu hamil, seperti:

  1. Apabila sedang merencanakan kehamilan, mulai biasakan olahraga secara rutin.
  2. Hindari alkohol, rokok, dan kafein.
  3. Tingkatkan konsumsi makanan sehat dengan nutrisi tinggi, seperti buah dan sayuran.
  4. Bila sedang hamil, melakukan kontrol secara rutin ke dokter untuk mengetahui kondisi ibu dan bayi.
  5. Melakukan vaksin rubella

Tips Berkomunikasi dengan Anak Autisme

Tidak mudah untuk berkomunikasi dengan anak yang mengalami autisme. Sudah pasti dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar sangat berarti. Anak penderita gangguan autis adalah anak yang juga perlu kita bantu. Untuk menghadapi atau menjalin komunikasi baik dengan anak autisme ada beberapa tipsnya. Berikut ini beberapa tipsnya:

  1. Memanggil anak dengan namanya
  2. Sabar dan berikan waktu kepada anak untuk memahami perkataan lawan bicaranya
  3. Berbicara dengan nada lembut secara perlahan dengan jeda diantara kata
  4. Berbicara dengan kalimat singkat dan jelas
  5. Bila perlu, iringi kata yang Anda ucapkan dengan gerakan tubuh sederhana

Kita harus memantau keadaan lingkungan supaya tidak terjadi perlakukan tidak pantas anak normal dengan anak autisme. Karena cukup banyak kasus anak-anak yang mengejek dan membully anak autisme. Tugas kita untuk memberikan pengertian kepada anak-anak dan membantu anak autisme supaya mendapatkan lingkungan yang nyaman.

Di samping itu, memberikan vitamin dan nutrisi kepada para penyandang autis juga merupakan hal yang perlu. Generos bisa menjadi salah satu asupan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak autis. Generos mengandung daun pegagan, madu hutan, ikan sidat, temulawak, dan mengkudu diyakini mampu mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Manfaat generos untuk memberikan nutrisi dari dalam bisa dikonsumsi oleh para penderita ADHD, autisme, hingga penderita epilepsi.

Kita juga perlu mengetahui ciri dan gejala anak autisme supaya mendapatkan penanganan secepat mungkin oleh tenaga ahli. Autis adalah gangguan yang tidak bisa kita remehkan. Kita juga perlu tahu bagaimana cara berkomunikasi yang baik kepada anak penyandang disabilitas autis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?