Mengapa Benjolan Di Leher Bergerak Ketika Disentuh?

Benjolan di Leher Bergerak Ketika Disentuh?

Kamu memiliki benjolan di leher yang muncul secara tiba-tiba? Tenang, jangan panik dulu!

Benjolan yang muncul tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya saja karena pembengkakan kelenjar getah bening, nodul, hingga tumor ganas atau kanker.

 

FYI, benjolan di leher merupakan salah satu kondisi kesehatan yang hingga saat ini masih menjadi perbincangan. Pasalnya, kondisi tersebut sering kali dikaitkan dengan sejumlah masalah medis yang serius, misalnya saja seperti penyakit tumor atau kanker. 

Akibatnya, masih banyak orang yang merasa khawatir ketika menemukan benjolan yang muncul secara tiba-tiba di leher dan sering kali beranggapan bahwa benjolan tersebut merupakan penyakit kanker.

Padahal, pada kenyataannya tidak semua benjolan di leher merupakan suatu kondisi berbahaya. Pasalnya, ada juga penyebab benjolan di leher yang tidak serius dan dapat menghilang dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan medis.

Benjolan di leher yang dapat bergerak ketika disentuh biasanya merupakan tanda awal suatu kondisi gangguan kesehatan tertentu. Hanya saja, jika benjolan tersebut masih bersifat jinak, biasanya akan sangat mudah digerakkan dengan jari serta permukaan kulit terasa lebih halus. Tak hanya itu saja, benjolan juga biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri sama sekali di tubuh penderitanya.

Benjolan tersebut bisa berangsur pulih bahkan hilang ketika kondisi tubuh sudah mulai membaik.

 

Penyebab Benjolan di Leher

Benjolan yang muncul di leher bisa disebabkan oleh beberapa kondisi bahkan bisa juga menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan atau penyakit. 

Berikut ini beberapa penyebab munculnya benjolan di leher, diantaranya:

  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening merupakan jaringan yang berperan dalam melawan infeksi atau sel kanker. Ketika seseorang sakit, maka kelenjar getah bening akan membesar guna melawan berbagai penyebab munculnya penyakit tersebut.

Adapun beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan kelenjar getah bening bengkak, misalnya seperti efek samping pengobatan tertentu, penyakit autoimun, infeksi, pilek atau flu, dan radang tenggorokan.

Salah satu pembengkakan kelenjar getah bening yang sering terjadi yaitu tonsilitis. Penyakit tonsilitis atau radang amandel merupakan kondisi di mana terdapat infeksi virus atau bakteri yang menyerang kelenjar getah bening tonsil.

Adapun gejala yang biasanya dialami yaitu nyeri tenggorokan, kesulitan menelan, demam, menggigil, sakit kepala, pembengkakan di area kanan dan kiri leher, serta nafas berbau tidak sedap.

 

  • Nodul

Nodul merupakan pertumbuhan abnormal jaringan yang dapat muncul di bagian tubuh mana saja, bahkan termasuk leher. Sebagian besar kasus nodul tersebut tidak bersifat ganas atau non kanker.

Nodul yang muncul di bagian leher bisa saja disebabkan oleh berbagai hal, seperti penggunaan pita suara yang berlebihan (saat bernyanyi), efek penggunaan alkohol pada kelenjar tiroid, dan penyebab lainnya.

 

  • Bisul

Jika benjolan yang muncul di leher tersebut berwarna merah dan menyakitkan, mungkin saja disebabkan karena adanya bisul. Bisul dapat terjadi karena adanya infeksi lokal yang infeksinya hanya terjadi pada area bisulnya saja, namun tidak sampai menyerang kulit disekitarnya.

Kista, jerawat, dan folikel rambut yang tersumbat dapat terinfeksi dan berubah menjadi bisul.

 

  • Gondok

Penyakit gondok merupakan kondisi di mana terjadi pembengkakan pada kelenjar tiroid yang terletak di leher. Kelenjar tiroid berperan penting dalam membantu metabolisme tubuh, mengatur suhu tubuh, detak jantung, dan sistem pencernaan individu.

Masalah kesehatan yang satu ini dapat terjadi karena beberapa penyebab, salah satunya yaitu akibat kekurangan yodium.

 

  • Lipoma

Lipoma merupakan jenis penyakit yang berupa benjolan lemak yang tumbuh di antara kulit dan lapisan otot. Benjolan lemak tersebut tidak berbahaya dan bersifat jinak, serta dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk leher. Lipoma dapat dialami oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, namun biasanya terjadi pada pria atau seseorang yang berusia 40 hingga 60 tahun.

Umumnya, benjolan lipoma memiliki warna yang menyerupai warna kulit atau berwarna pucat. Benjolan tersebut biasanya tumbuh di leher, punggung, atau bahu. Ketika disentuh, benjolan lipoma biasanya akan terasa lembut dan mudah sekali untuk digerakkan.

Lipoma biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri sama sekali dan cenderung tidak berbahaya. Namun, jika ukuran benjolan tersebut cukup besar dan menekan saraf yang ada disekitarnya, maka kondisi tersebut bisa saja membuat penderitanya merasa nyeri.

 

  • Sialolithiasis

Penyebab munculnya benjolan di leher yang lainnya yaitu karena adanya batu yang berada di dalam kelenjar air liur (Sialolithiasis). Pasalnya, senyawa kimia yang terkandung di dalam air liur terkadang dapat mengendap sehingga membentuk batu kecil. Batu tersebut bisa saja menyumbat aliran air liur ke dalam mulut sehingga menyebabkan munculnya benjolan di sisi leher.

Sialolithiasis biasanya terjadi pada pria yang berusia antara 30 hingga 60 tahun. Sialolithiasis juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti nyeri pada mulut, wajah, dan leher, terutama sebelum atau saat makan. Pasalnya, ketika seseorang sedang mengkonsumsi makanan, maka air liur akan keluar untuk membantu mencerna makanan.

Ketika terdapat batu yang menutupi saluran air liur, maka air liur akan kembali lagi ke kelenjar dan menyebabkan pembengkakan serta rasa nyeri.Salah satu faktor risiko terjadinya sialolithiasis yaitu karena kurang mengkonsumsi air putih.

 

  • Kista Duktus Tiroglosus

Kista duktus tiroglosus merupakan jenis penyakit kelainan kongenital yang terjadi ketika saluran tiroglosus akan menetap di area leher setelah turunnya kelenjar tiroid. Kondisi tersebut dapat menyebabkan benjolan pada leher, terutama anak-anak, dan biasanya akan muncul di bagian depan leher tepatnya di tengah.

Meskipun pada umumnya benjolan kista duktus tiroglosus tidak berbahaya dan bersifat jinak, namun kista tersebut memiliki kemungkinan bisa berkembang menjadi lebih besar seiring dengan pertambahan usia atau bahkan bisa terbentuk abses. Biasanya dokter akan menangani penyakit kista duktus tiroglosus melalui tindakan pembedahan guna mengangkat benjolan di leher tersebut.

 

  • Tumor atau Kanker

Meskipun kebanyakan benjolan di leher tidak berbahaya dan bersifat jinak, namun terkadang kondisi tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu dan menjadi penyakit yang lebih ganas seperti tumor dan kanker.

Salah satu jenis kanker yang bisa menimbulkan benjolan di leher yaitu kanker tiroid. Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel normal di tiroid menjadi tidak normal dan mulai tumbuh di luar kendali atau abnormal. Adapun gejala dari penyakit tumor atau kanker yaitu berupa benjolan di tenggorokan, nyeri di tenggorokan atau leher hingga menyebabkan kelenjar tiroid membengkak.

 

Cara Menghilangkan Benjolan di Leher

Pengobatan benjolan di leher bisa saja berbeda-beda dan tergantung pada penyebab benjolan yang mendasarinya. Misalnya saja, jika benjolan terjadi akibat infeksi bakteri, maka pengobatan akan melibatkan antibiotik.

Namun, jika benjolan yang muncul tersebut merupakan tanda dari penyakit kanker, maka ada beberapa pengobatan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter, diantaranya:

  • Pembedahan

Benjolan pada leher yang memiliki ukuran cukup besar dan cenderung berbahaya karena sudah menjadi tumor atau kanker, maka perlu segera diangkat melalui tindakan pembedahan atau operasi.

Selain untuk pengangkatan sel kanker, operasi atau pembedahan tersebut juga bertujuan untuk memulihkan fungsi menelan.

 

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi merupakan salah satu jenis pengobatan kanker dengan menggunakan radiasi dosis tinggi. Umumnya, terapi radiasi atau radioterapi ini menggunakan radiasi sinar-X. Tak hanya itu saja, terkadang terapi radiasi juga menggunakan jenis radiasi sinar proton atau jenis energi lainnya.

 

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan sebagai salah satu langkah untuk membunuh sel kanker.Adapun obat tersebut biasanya akan dokter berikan dalam bentuk pil untuk diminum langsung atau disuntikkan ke pembuluh darah melalui suntikan atau infus.

 

Madu Herbal Zymuno

Zymuno merupakan madu imunoterapi herbal pertama di Indonesia yang diformulasikan khusus oleh ahli medis terpercaya sehingga berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Misalnya saja seperti mengatasi benjolan pada leher, payudara, ketiak atau bagian tubuh lainnya, mengobati tiroid, mengobati kista/miom, serta mampu mengobati tumor jinak.

benjolan di leher bergerak ketika disentuh

Madu herbal Zymuno terbukti 3x lebih ampuh dalam mengobati benjolan, kista dan tumor jinak dalam 14 hari.

Madu Zymuno terbuat dari bahan-bahan alami seperti madu asli, daun meniran, daun kelor dan temulawak.

Zymuno dengan herbal imunoterapi-nya mengandung anti-inflamasi dan zat anti-tumor alami yang berkhasiat untuk meningkatkan pembentukan sel pada jaringan kulit, sehingga mencegah berkembangnya benjolan dan sel tumor.

 

Manfaat Madu Zymuno

benjolan di leher bergerak ketika disentuh

Zymuno sudah teruji BPOM dan MUI dan sangat direkomendasikan untuk kamu yang mengalami masalah kesehatan. Adapun manfaat madu herbal Zymuno antara lain:

  • 3x lebih ampuh mengobati benjolan pada tubuh
  • Mengobati peradangan kronis
  • Mengatasi bengkak kelenjar getah bening
  • Mengatasi kista
  • Mengobati tiroid dan lipoma
  • Mengatasi tumor jinak
  • Memperlambat berkembangnya sel tumor
  • Membantu melancarkan haid pada wanita
  • Membantu terapi tumor dan kanker
  • Meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?