Benjolan Di Leher Bergerak Ketika Disentuh, Benarkah Berbahaya?

Waspadai Benjolan di Leher Bergerak Ketika Disentuh

Penyebab benjolan di leher yang paling sering terjadi yaitu karena adanya permasalahan pada kelenjar getah bening dan tiroid. Benjolan yang muncul karena kelenjar getah bening bermasalah biasanya padat atau berisi cairan yang terbentuk di dalam tiroid, yaitu kelenjar kecil yang terletak di dasar leher, tepatnya di atas tulang dada dan ketika muncul benjolan tersebut bisa teraba secara langsung.

Berbeda ketika munculnya benjolan di leher akibat adanya pembesaran kelenjar tiroid, biasanya benjolan tersebut akan muncul di bagian tengah, seperti jakun pada pria. Umumnya benjolan tersebut akan memiliki bentuk yang kecil dan tidak terasa ketika disentuh.

Selain karena adanya gangguan pada kelenjar getah bening dan tiroid, adapun beberapa penyebab lainnya yang dapat menimbulkan benjolan di leher.

Masalah lain dari penyebab benjolan di leher yaitu karena penyakit nodul tiroid, kista, gondok, tonsilitis, Hodgkin, non-Hodgkin, kanker tiroid, lipoma, dan kanker tenggorokan. Benjolan tersebut juga tak hanya menyerang orang dewasa saja, namun anak-anak juga tetap berisiko mengalaminya. 

Sebenarnya benjolan yang muncul di leher bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Namun, jika benjolan yang muncul disertai dengan gejala lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Penyebab Benjolan di Leher yang Sering Terjadi

Masalah kelenjar getah bening dan tiroid merupakan penyebab benjolan di leher yang paling sering terjadi dan dapat menyerang siapapun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Adapun penyebab benjolan di leher akibat kelenjar getah bening yaitu pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi bakteri atau virus tertentu, seperti:

  • Infeksi, seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi kulit, HIV, campak, dan tuberkulosis (TBC).
  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.
  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat antikonvulsan dan vaksin tifus.
  • Kanker, seperti limfoma atau kanker nasofaring.

 

Adapun penyebab benjolan di leher pada kelenjar tiroid yaitu karena adanya kelenjar tiroid yang membesar atau biasanya disebut dengan penyakit nodul tiroid. Benjolan tersebut biasanya berbentuk padat atau berisi cairan yang terbentuk di dalam tiroid, yaitu kelenjar kecil yang terletak di dasar leher, tepat di atas tulang dada.

Umumnya penyebab benjolan di leher karena kelenjar tiroid masih berkaitan dengan beberapa faktor, seperti:

  • Kekurangan yodium
  • Pertumbuhan jaringan tiroid yang berlebihan
  • Kista tiroid
  • Kanker tiroid
  • Peradangan kronis tiroid (tiroiditis)

 

Penyebab benjolan di leher oleh pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terletak di sisi kanan atau kiri leher. Biasanya benjolan tersebut memiliki ukuran seperti kacang polong atau kacang merah, bahkan bisa lebih besar. Umumnya benjolan tersebut cukup terlihat secara kasat mata dan akan terasa ketika diraba secara langsung.

Berbeda dengan penyebab benjolan di leher akibat pembesaran kelenjar tiroid. Biasanya benjolan tersebut terletak di bagian tengah leher, seperti jakun pada pria. Umumnya benjolan tersebut memiliki bentuk yang kecil dan tidak terasa ketika disentuh karena letaknya yang berada di dalam jaringan tiroid atau terletak sangat dalam di kelenjar.

 

Penyakit yang Menyebabkan Benjolan di Leher

Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menimbulkan benjolan di leher, diantaranya:

  • Nodul Tiroid

Penyebab benjolan di leher salah satunya yaitu karena nodul tiroid. Penyakit tersebut berupa benjolan padat atau berisi cairan yang berkembang di kelenjar tiroid.

Nodul tiroid yang menjadi penyebab benjolan di leher biasanya tidak berbahaya, namun bisa menjadi tanda penyakit serius seperti kanker atau disfungsi autoimun. Kelenjar tiroid bengkak atau kental, batuk, suara serak, nyeri di tenggorokan atau leher, kesulitan menelan atau bernafas yaitu gejala yang mungkin terjadi.

Gejala dapat mengindikasikan tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) atau tiroid yang kurang aktif (hipotiroid).

 

  • Kista Sumbing Cabang

Kista sumbing cabang merupakan salah satu penyebab benjolan di leher dan jenis cacat lahir di mana benjolan berkembang di salah satu atau kedua sisi leher anak atau di bawah tulang selangka. Hal tersebut terjadi selama perkembangan embrio ketika jaringan di leher dan tulang selangka atau celah cabang, tidak berkembang secara normal.

Pada kebanyakan kasus, kista sumbing cabang yang menjadi penyebab benjolan di leher tidak berbahaya, hanya saja dapat menyebabkan iritasi atau infeksi kulit, dan dalam kasus yang jarang terjadi, kanker.

Tanda-tandanya termasuk lesung pipit, benjolan, atau tanda kulit di leher, bahu bagian atas atau sedikit di bawah tulang selangka. Tanda-tanda lainnya termasuk cairan mengalir dari leher dan pembengkakan atau nyeri tekan yang biasanya terjadi dengan infeksi saluran pernafasan bagian atas.

 

  • Gondok

Gondok juga termasuk dalam penyakit yang dapat menyebabkan munculnya benjolan di leher. Gondok terjadi karena pertumbuhan kelenjar tiroid yang tidak normal. Benjolan yang muncul tersebut bisa saja jinak atau terkait dengan peningkatan atau penurunan hormon tiroid.

 

  • Tonsilitis

Penyebab benjolan di leher yang lainnya yaitu tonsilitis. Benjolan yang muncul tersebut dipengaruhi oleh infeksi virus atau bakteri pada kelenjar getah bening amandel.

Gejala awalnya berupa sakit tenggorokan, kesulitan menelan, demam, menggigil, sakit kepala, bau mulut. Amandel yang bengkak dan lunak serta bintik-bintik putih atau kuning pada amandel juga dapat terjadi.

 

  • Kista Bawaan

Kista bawaan merupakan salah satu penyebab munculnya benjolan di leher yang sering terjadi pada anak. Kista kecil di leher anak merupakan suatu hal yang sangat umum terjadi.

Kista bawaan yang menjadi penyebab benjolan di leher tersebut merupakan jaringan jinak yang terbentuk sebelum lahir hingga kemudian membesar seiring berjalannya waktu.

Meskipun begitu, kista bawaan yang terjadi penyebab benjolan di leher tersebut dapat menyebabkan infeksi berulang dan terkadang membutuhkan operasi pengangkatan untuk menghilangkannya.

Adapun beberapa kista yang umum terjadi, diantaranya yaitu Thyroglossal duct cysts, Branchial cleft, dan Dermoid cysts.

 

  • Penyakit Hodgkin

Gejala yang paling umum terjadi yaitu pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak menimbulkan rasa sakit. Penyakit Hodgkin yang menjadi salah satu penyebab benjolan di leher dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti keringat malam, kulit gatal atau demam yang tidak dapat dijelaskan. Tak hanya itu saja, adapun gejala lainnya yang dapat menyertai yaitu kelelahan dan penurunan berat badan secara drastis.

 

  • Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma non-Hodgkin dapat diartikan sebagai kelompok kanker sel darah putih yang dapat menyebabkan munculnya benjolan di leher. Gejala klasik B termasuk demam, keringat malam, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja.

Gejala lainnya yang mungkin terjadi yaitu benjolan yang tidak nyeri, pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati, pembesaran limpa, ruam kulit, gatal, kelelahan, dan pembengkakan perut.

 

  • Kanker Tiroid

Kanker tiroid merupakan salah satu penyebab munculnya benjolan di leher yang sering terjadi, yaitu ketika sel-sel normal di tiroid menjadi tidak normal dan mulai tumbuh di luar kendali. Hal tersebut merupakan bentuk kanker endokrin yang paling umum dengan beberapa subtipe.

 

  • Lipoma

Lipoma merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan munculnya benjolan di leher. Adapun ciri-ciri penyakit lipoma yaitu benjolan akan terasa lembut saat disentuh dan mudah digerakkan jika didorong dan ditekan dengan menggunakan jari. Biasanya benjolan lipoma tersebut berukuran kecil, tepat di bawah kulit, dan pucat atau tidak berwarna. Tak hanya itu saja, benjolan juga umumnya terletak di leher, punggung atau bahu dan akan terasa menyakitkan ketika benjolan tumbuh menjadi saraf.

 

  • Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan merupakan penyebab lain yang dapat menimbulkan benjolan di leher. Hal tersebut juga termasuk kanker kotak suara, pita suara, dan bagian tenggorokan lainnya seperti amandel dan orofaring.

Kanker tenggorokan yang menjadi penyebab benjolan di leher dapat terjadi dalam bentuk karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Gejala yang biasanya muncul yaitu berupa perubahan suara, kesulitan menelan, penurunan berat badan, sakit tenggorokan, batuk, pembengkakan kelenjar getah bening, dan mengi.

Gejala tersebut biasanya akan menyerang seseorang dengan riwayat merokok, penggunaan alkohol berlebihan, kekurangan vitamin A, paparan abses, HPV mulut, dan kebersihan gigi yang buruk.

 

Langkah Penanganan Benjolan di Leher

Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan guna menangani benjolan di leher, diantaranya:

  • Benjolan karena infeksi, mengkonsumsi antibiotik.
  • Antibiotik intravena, disuntikkan langsung ke dalam aliran darah guna mengatasi infeksi lebih cepat.
  • Tes laboratorium atau pencitraan, dilakukan guna memperkirakan seberapa berat infeksi yang terjadi.
  • Surgical draining, teknik bedah yang dilakukan guna mengeringkan darah atau cairan yang menjadi penyebab benjolan di leher tersebut muncul.

 

Madu Herbal Zymuno

Zymuno merupakan madu imunoterapi herbal pertama di Indonesia yang diformulasikan khusus oleh ahli medis terpercaya sehingga berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Misalnya saja seperti mengatasi benjolan pada leher, payudara, ketiak atau bagian tubuh lainnya, mengobati tiroid, mengobati kista/miom, serta mampu mengobati tumor jinak.

benjolan di leher bergerak ketika disentuh

Madu herbal Zymuno terbukti 3x lebih ampuh dalam mengobati benjolan, kista dan tumor jinak dalam 14 hari.

Madu Zymuno terbuat dari bahan-bahan alami seperti madu asli, daun meniran, daun kelor dan temulawak.

Zymuno dengan herbal imunoterapi-nya mengandung anti-inflamasi dan zat anti-tumor alami yang berkhasiat untuk meningkatkan pembentukan sel pada jaringan kulit, sehingga mencegah berkembangnya benjolan dan sel tumor.

 

Perbedaan Madu Zymuno dengan Produk Lain

benjolan di leher bergerak ketika disentuh

Meskipun sama-sama produk madu, namun jangan sampai salah pilih ya!

Berikut ini perbedaan antara Madu Zymuno dan Produk Madu Lain:

  • Madu Zymuno
  1. Madu Zymuno 100% Herbal dengan 4 kebaikan alam madu asli, daun kelor, daun meniran, dan temulawak
  2. Diproduksi di bawah pengawasan ketat dan diolah secara premium, berkualitas, dan dijamin original
  3. 100% tanpa efek samping dan tidak menyebabkan ketergantungan
  4. Banyak testimoni asli dari pelanggan setia yang pernah mengkonsumsi Zymuno
  5. Garansi 4x lipat uang kembali jika produk palsu atau tidak asli
  6. Madu Zymuno tersertifikasi lolos uji BPOM dan Halal MUI, dijamin 100% aman untuk dikonsumsi
  7. Harga terjangkau dibandingkan dengan produk lain, banyak diskon dan potongan ongkir

 

  • Produk Madu Lain
  1. Produk lain hanya 20% – 50% kandungan alami herbalnya, bahkan ada campuran bahan kimia
  2. Diproduksi tanpa teknologi dan proses produksi yang seadanya, serta belum terjamin keasliannya.
  3. Seringkali menimbulkan efek samping dan menyebabkan ketergantungan setelah mengkonsumsi
  4. Sedikit testimoni khasiat produk sehingga kurang terpercaya
  5. Produk lain belum tentu ada garansi
  6. Masih perlu dipastikan status sertifikasinya sebelum dikonsumsi
  7. Harga mahal, sedikit diskon, dan tidak ada potongan ongkir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?