10 Ciri Ciri Autis pada Bayi

Ibu hamil yang baru melahirkan memiliki banyak pertanyaan terkait kesehatan bayi. Salah satunya adalah “bagaimana ciri ciri autis pada bayi?”. Autisme merupakan gangguan perkembangan otak. Adanya gangguan tersebut membuat anak kesulitan menjalin hubungan sosial dan emosional.

Ciri Ciri Autis pada Bayi

Bagaimana ciri ciri autis pada bayi? Ciri cirinya yaitu tidak tercapainya perkembangan sebagaimana harusnya, sesuai dengan usianya. Seperti yang dijelaskan di bawah ini:

1. Tidak Ada Kontak Mata

Ciri ciri autis pada bayi yang pertama yaitu tidak ada kontak mata. Ketika bayi berusia 2 bulan, seharusnya sudah mulai melakukan kontak mata dengan orang sekitar. Bayi sudah mulai mengenali orang sekitar. Jika bayi masih tidak melakukan kontak mata padahal sudah berusia 2 bulan lebih, maka bisa jadi hal ini mengarah kepada autis.

2. Tidak Berekspresi

Ciri ciri autis pada bayi yang kedua yaitu tidak berekspresi. Bayi berusia 4 bulan seharusnya sudah mulai tersenyum kepada orang sekitar. Dan juga akan senang, tertawa jika diajak main dengan orang sekitar. Apabila bayi sudah berusia 4 bulan lebih, namun masih tidak berekspresi seperti tertawa maka perlu diperhatikan lebih lanjut. Apakah memenuhi ciri autis yang lain atau tidak.

3. Tidak Menengok Saat Dipanggil

Ciri ciri autis pada bayi yang ketiga yaitu tidak menengok saat dipanggil. Ketika bayi berusia 6 bulan, ia sudah mulai paham siapa namanya. Selain itu juga, bayi akan merespon seperti menengok saat dipanggil. Apabila bayi sudah berusia 6 bulan atau lebih namun masih belum menengok saat dipanggil, maka hal ini bisa mengarah pada autisme.

4. Tidak Merespon

Ciri ciri autis pada bayi yang selanjutnya yaitu tidak merespon. Saat bayi berusia 12 bulan, ia sudah mulai bisa merespon apa yang disampaikan orang sekitar. Misalnya ketika sang ibu menunjuk suatu barang, maka ia akan menengok dan melihat barang tersebut. Misalnya sang ibu sedang tersenyum, ia pun akan ikut tersenyum. Ketika ibu tertawa, ia pun jadi ikut tertawa.

Sedangkan, bayi dengan autisme biasanya tidak merespon apa yang disampaikan atau dilakukan oleh orang sekitar. Hal ini sering membuat orang sekitar berpikir bahwa ada gangguan pendengaran pada bayi, padahal tidak. Ketika diberikan pertanyaan tertutup seperti “apakah mau roti?”, maka ia tidak akan mengangguk dan tidak menggelengkan kepala juga.

@rizkafattah ceritakida, ciri-ciri #ASD pada akida #fyp #anakku #ABK #specialneedssupport ♬ Fire On Fire – From “Watership Down” – Sam Smith

5. Tidak Menunjuk Sesuatu

Tidak menunjuk sesuatu juga merupakan ciri ciri autis pada bayi. Bayi pada umumnya biasa akan menunjuk suatu barang jika menginginkannya. Misal ketika ingin apel, maka bayi akan menunjuk buah apel dengan telunjuk atau tangannya.

Namun, pada bayi autisme gerakan tubuhnya lebih minim. Ketika menginginkan barang, tidak menunjuk dengan jari, tangan atau anggota tubuh lainnya. Tapi, ia akan mengajak ibu untuk mendekat ke barang yang ia inginkan. Bisa juga dengan menangis saja.

6. Tidak Babbling

Ciri ciri autis pada bayi yang selanjutnya yaitu tidak babbling. Ketika bayi sudah berusia 10 bulan, ia mulai sering babbling. Babbling atau berceloteh adalah hal yang penting agar kemampuan berbicara bayi bisa terasah. Pada usia ini, orang tua sedang sering-seringnya mengajak bayi berbicara. Dan bayi akan merespon dengan babbling. Sedangkan pada bayi dengan autisme, ketika orang sekitar mengajak bicara, ia biasanya tidak berceloteh.

7. Terlambat Bicara

Terlambat bicara juga merupakan ciri ciri autis pada bayi. Bayi yang berusia 16 bulan biasanya sudah mulai bisa mengatakan beberapa kata. Bayi dengan autisme biasanya mengalami keterlambatan dalam berbicara.

8. Mengulang Kata yang Didengar

Ciri ciri autis pada bayi yang selanjutnya yaitu mengulang kata yang didengar. Ketika bayi mencapai usia 24 bulan, ia mulai mampu mengatakan 2 kata sekaligus. Misalnya “minum susu”. Namun, jika bayi anda sudah berusia 24 bulan atau lebih namun sering mengulang kata-kata yang didengar, maka perlu ditelaah lebih lanjut. Hal ini bisa mengarah kepada autisme.

Misalnya ia mendengar ayah mengatakan “ayo pergi”, ia akan terus menerus mengulang “ayo pergi” dalam waktu yang tidak sebentar.

9. Tidak Paham Arahan Sederhana

Ciri ciri autis pada bayi yang kesembilan yaitu tidak paham arahan sederhana. Saat bayi sudah berusia 12 hingga 24 bulan, biasanya sudah paham maksud dari perkataan atau arahan dari orang sekitar. Misalnya jika ayah mengatakan “coba kasih sendok ke mama”, dan sang bayi akan memberikan sendok ke mama nya.

Namun pada bayi dengan autisme, ketika orang sekitar memberikan arahan, ia cenderung tidak akan merespon. Ia biasanya kesulitan dalam mengartikan arahan tersebut. Walaupun arahannya terhitung sederhana.

10. Hilang Kemampuan Berbahasa

Ciri ciri autis pada bayi yang terakhir yaitu hilangnya kemampuan berbahasa. Pada rentang usia 15-24 bulan, beberapa kasus menjelaskan bahwa sang bayi tiba-tiba hilang kemampuan bahasanya. Misal sebelumnya sudah bisa babbling, tiba-tiba menjadi diam saja.

Selain itu juga, sang bayi menjadi tidak suka berada dalam keramaian orang. Lebih senang jika sendiri saja. Artinya, ketika anda melihat bayi anda tiba-tiba menjadi diam, tidak menengok ketika dipanggil atau tidak merespon saat dipanggil harus ditelaah lebih lanjut. Kemudian bisa untuk konsultasi dengan dokter.

Selain konsultasi dengan dokter, para orang tua dengan anak autisme bisa juga memberikan vitamin generos untuk anak. Vitamin generos ini telah terdaftar dalam BPOM dan terbukti keamanannya. Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Bahan- bahan yang ada di dalam generos ini adalah bahan pilihan. Terdiri dari madu hutan, tanaman pegagan, ikan sidat, temulawak dan mengkudu.

Madu hutan sudah terbukti lebih banyak kandungannya dibandingkan dengan madu ternak. Tanaman pegagan adalah tanaman yang kandungannya baik untuk perkembangan otak. Begitupun dengan ikan sidat, temulawak dan mengkudu. Kandungan di dalamnya baik untuk tubuh. Ikan sidat mengandung protein dan omega 3.

Kandungan pada temulawak bisa bantu dalam melawan bakteri jahat. Selain itu temulawak juga bisa meningkatkan nafsu makan anak. Yang terakhir ada mengkudu. Mengkudu memiliki kandungan yang bisa untuk meningkatkan kesehatan otak.

Kandungan yang ada pada bahan tersebut baik untuk dikonsumsi pada anak dengan autisme. Bisa juga untuk anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara. Vitamin otak generos adalah satu satunya vitamin yang mengandung ikan sidat. Dimana kandungannya sangat baik untuk kesehatan anak autis.

Generos ini juga sudah terbukti dari berbagai penelitian. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa generos bisa membantu dalam tumbuh kembang anak autis. Adapun pedoman aturan menggunakan generos adalah sebagai berikut:

  • Meneteskan generos ke mulut anak
  • Jika anak tidak mau apabila langsung melalui mulut, bisa dengan dicampurkan  ke minuman atau makanan seperti sop.
  • Dikonsumsi dua kali dalam sehari, pagi dan malam hari.

Yang terpenting adalah rutin dan disiplin dalam mengonsumsi generos. Hasil dari minum generos pada anak autis berbeda beda. Ada yang berpengaruh dalam waktu cepat, ada juga yang dalam waktu cukup lama. Jangan lupa untuk mengonsumsi generos sesuai dengan dosis yang sudah disarankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?