5 Ciri Ciri Bayi Autis, Penanganan dan Cara Mengatasinya

Ciri Ciri Bayi Autis

Sebagai orang tua baru, tumbuh kembang dan kesehatan anak adalah suatu hal yang harus dipelajari, termasuk mengetahui ciri ciri bayi autis. Hal ini bertujuan agar nantinya, mereka dapat mengambil sikap untuk melakukan perawatan, pengobatan, dan penanganan pertama yang terbaik bagi buah hati.

Memiliki anak berkebutuhan khusus memang bukanlah hal yang mudah. Selain harus menerima kenyataan dan berdamai dengan baik, para orang tua juga harus mempersiapkan diri terhadap segala resiko yang menghambat pertumbuhan si kecil. Pola asuh terhadapnya juga memiliki perbedaan yang signifikan dibanding dengan anak-anak normal pada umumnya.

Ciri Ciri Bayi Autis
unsplash.com

Kenali Ciri Ciri Bayi Autis dan Penanganannya

Penyakit autisme merupakan sebuah gangguan pada perkembangan otak serta saraf yang umumnya akan mempengaruhi cara berinteraksi, bersosialisasi, berbahasa, sekaligus berekspresi baik secara verbal, ataupun non verbal. Ciri-cirinya dapat terlihat pada tiga tahun pertama kehidupan si kecil. Belum ada yang mengetahui apa penyebab autisme pada bayi, kemungkinannya terdapat faktor riwayat keturunan ataupun kelahiran secara prematur. Beberapa gejala dapat menjadi rambu-rambu bagi orang tua, agar segera berkonsultasi kepada dokter apabila penderita mengalami autisme.

Mengalami Masalah Terhadap Kontak Mata

Bagi bayi yang baru lahir, jarak pandang mata biasanya masih cenderung pendek sekaligus terbatas. Beberapa sumber menyatakan, jarak pandang ini berkisar tidak lebih dari 25 cm dan sistem penglihatannya belum terlalu jelas. Proses koordinasi mata juga belum optimal, sehingga anak belum mampu mengikuti gerakan pada benda.

Dalam dua bulan pertama kehidupannya, mata bayi tidak akan terlihat fokus, sehingga sering kali dijumpai si kecil bengong menatap langit-langit rumah. Memasuki dua bulan kehidupan selanjutnya, mata bayi akan melihat objek lebih jelas dalam jangkauan yang lebih luas. Pada bulan keempat kehidupannya ini, si kecil juga mulai dapat memfokuskan pandangannya dengan baik. Sehingga, gerakan suatu benda bisa ia ikuti dengan baik. Ciri ciri bayi autis mulai dapat dicurigai apabila pada waktu ini, ia belum mampu mengikuti objek benda dengan baik. Bahkan matanya tidak pernah menatap ibunya yang sedang memberi ASI.

Tidak Merespons Ketika Namanya Dipanggil

Gejala selanjutnya yang menjadi ciri anak terkena autis adalah si kecil belum mampu mengenali berbagai jenis suara yang ada di sekitarnya. Walaupun respon bayi saat beberapa bulan pertama memang masih tergolong normal, namun tetap saja harus diwaspadai jika terjadi berulang-ulang. Apalagi jika sampai usianya 7 bulan namun belum bisa dengan baik mengenali suara yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa jadi merupakan ciri-ciri bayi terkena autis dan harus segera mendapatkan penanganan dokter.

Gangguan Komunikasi dan Interaksi Sosial yang Lebih Parah

Jika dalam tahap pertumbuhannya si kecil tidak menunjukkan komunikasi yang baik, bisa saja hal tersebut menjadi salah satu ciri ciri bayi autis. Bayi yang autis pada bulan-bulan perkembangannya tidak menunjukkan respon apapun saat diajak berbicara, bercanda, sampai dengan bermain. Ia cenderung lebih suka menyendiri dan enggan berbicara dengan siapapun, termasuk ibunya. Penderita autis pada bayi juga memiliki gejala sering mengulang perkataan yang sama, pada saat ia belajar berbicara bahkan sampai tumbuh lebih besar.

Tidak Mampu Mengatur Emosi dengan Baik

Dalam beberapa kasus, ciri ciri bayi autis akan cenderung sulit mengatur emosinya dengan baik. Si kecil akan lebih mudah marah, tidak sabaran, dan seringkali tantrum bahkan tanpa alasan. Cara ia menyikapi emosi juga sedikit berbeda dari anak-anak biasanya. Hal inilah yang seharusnya segera menjadi aware bagi para orang tua untuk lebih memperhatikannya.

Mengalami Gangguan Perilaku

Ciri ciri bayi autis juga bisa diperhatikan saat si kecil mulai bisa bermain, dan berinteraksi. Pada saat bayi berusia 6 atau 7 bulan, mereka cenderung akan mengeksplorasi lingkungan sekitar dan mencoba hal-hal baru. Mengulang gerakan yang sama secara terus menerus dapat mengindikasikan mereka terkena suatu gejala yang tidak baik-baik saja. Anak normal pada umumnya, tidak akan mengulangi gerakan yang sama secara terus menerus dan lebih akan memiliki daya ingin tahu lebih besar terhadap hal lainnya.

Penanganan pada Penderita Gangguan Autisme

Setelah mengetahui ciri ciri bayi autis, banyak orang tua merasa kebingungan untuk mengasuh serta melakukan pendampingan. Kondisi autis pada bayi membutuhkan pendampingan secara khusus demi membantunya beraktivitas lebih baik. Setelah mendapat diagnosa dari dokter, orang tua harus merangkul penuh, agar anak bisa terus tumbuh dan mendapatkan kepercayaan dirinya. Dukungan penuh dari orang tua menjadi support system yang baik bagi kondisi psikologis si kecil.

Pahami dengan baik dan penuh kesabaran, karena tingkat pengendalian emosinya yang tidak sama dengan anak-anak normal pada umumnya. Para dokter akan meresepkan terapi hingga obat-obatan untuk mengendalikan gejala yang timbul agar tidak semakin parah. Berbagai jenis obat-obatan yang diresepkan biasanya berupa antidepresan, stimulan, hingga antipsikotik agar dapat mengurangi gejala hiperaktif, mengendalikan konsentrasi, hingga mengatasi tantrum yang berlebih.

Pemberian Generos

Vitamin yang kaya akan manfaat serta kandungan di dalamnya ini sangat efektif untuk mengatasi berbagai masalah pada tumbuh kembang anak. Seperti Speech Delay, ADHD, tantrum, hingga masalah autisme. Bahan berkualitas yang menjadi komposisi di dalamnya terdiri dari omega-3, DHA-EPA untuk perkembangan otak pada si kecil. Pemberian Generous ini, juga dapat meningkatkan IQ hingga mengatasi lemah mental yang dialami oleh anak.

Cara Mendidik Anak yang Terkena Autisme

Ciri ciri bayi autis memberikan pertanda bagi orang tua agar jauh lebih aware terhadap kondisi buah hati. Mendampingi dan menemani tumbuh kembang mereka dalam segala kondisi dan situasi adalah kegiatan yang wajib. Hal tersebut karena mendidik anak agar berperilaku terpuji dan memiliki peningkatan pola pikir sesuai usia mereka menjadi dambaan bagi setiap orang tua. Meskipun hingga saat ini obat penyembuh autis belum ditemukan, gejalanya dapat mereda dengan penanganan yang tepat. Sehingga, proses belajarnya dapat terus dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang sang anak.

Melatih anak agar memiliki kecerdasan kognitif, serta keterampilan yang baik adalah cara utama untuk meringankan gejala autisme pada anak. Meskipun ciri ciri bayi autis memiliki tingkat gejala yang belum terlihat dengan jelas, tetap saja orang tua harus segera mencari pertolongan untuk penanganan yang tepat.

Bayi Autis Tetap Bisa Meraih Masa Depan yang Baik

Mengalami autisme sejak bayi, bukan berarti mengubur dalam-dalam impian dan masa depan mereka. Anak-anak yang terkena autis masih memiliki peluang keberhasilan di masa tuanya. Sehingga, agar anak autis dapat tumbuh dengan baik serta meraih cita-cita dan berkembang sesuai usianya, peran orang tua menjadi hal yang penting.

Anak dapat dilatih, dibimbing, serta didampingi untuk mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa mereka lakukan. Ajarkan dengan penuh kesabaran, dan lakukan konsultasi secara rutin dengan dokter spesialis. Manfaatkan metode terapi dan penggunaan obat-obatan, untuk menanggulangi gangguan kesehatan dan kecemasan mereka.

Ciri ciri bayi autis memang baru dapat terlihat saat mereka berusia 7 bulan. Namun sebetulnya, sejak mereka lahir penyakit autisme memiliki ciri tersendiri yang menyebabkan orang tua merasa harus lebih aware, karena si kecil tumbuh tidak sama dengan bayi seusia mereka. Proses ini dapat ditangani dengan baik, setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis serta mencari solusi hingga rekomendasi terapi yang dianjurkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?