Kenali 5 Ciri-Ciri Benjolan Di Leher Tidak Berbahaya

Ciri-Ciri Benjolan di Leher Tidak Berbahaya

Ciri-ciri benjolan di leher yang tidak berbahaya sangat penting sekali untuk kita kenali agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kemudian hari, terutama jika kita memiliki benjolan tersebut di bagian tubuh.

Pasalnya, benjolan yang muncul di leher tersebut sering kali dikaitkan sebagai pertanda adanya masalah kesehatan yang serius, misalnya saja seperti penyakit kanker.

Perubahan secara tiba-tiba di leher, seperti munculnya benjolan bisa saja membuat penderitanya merasa panik dan khawatir. Hal tersebut karena munculnya benjolan di leher sering kali dikaitkan sebagai tanda awal dari gejala penyakit ganas seperti kanker. Padahal, pada kenyataannya tidak semua benjolan yang ada di leher berbahaya dan merupakan gejala kanker.

Sebab itulah, penting sekali untuk mengenali dan mengetahui perbedaan benjolan di leher yang berbahaya dan tidak. Ketika kita sudah mengetahui ciri-cirinya, maka tidak akan ada lagi kekhawatiran ketika mengalaminya. 

Tak hanya itu saja, kamu juga tetap perlu memastikan penyebab munculnya benjolan tersebut dengan cara memeriksakan diri ke dokter, sehingga kamu juga bisa mendapatkan penanganan yang tepat guna mengatasi benjolan tersebut.

 

Kamu bisa saja membedakan benjolan di leher berbahaya atau tidak dengan cara melihat, meraba, dan menggerakkan benjolan tersebut. 

Berikut ini beberapa ciri-ciri benjolan di leher yang tidak berbahaya, diantaranya:

  • Berbentuk mulus

Salah satu ciri-ciri benjolan di leher yang tidak berbahaya yaitu memiliki bentuk permukaan benjolan yang mulus dan teraba halus serta kenyal. Bentuk benjolan tersebut berbeda dengan benjolan yang berbahaya dan bersifat kanker, yang biasanya memiliki bentuk tidak beraturan dengan pinggiran yang cenderung tidak rata atau berbenjol-benjol dan terasa kasar.

 

  • Tidak nyeri

Jika dilihat dari penyebabnya, benjolan di leher yang tidak berbahaya sebagian besar tidak menimbulkan rasa nyeri, baik ketika benjolan tersebut disentuh maupun tidak. Hal tersebut bisa menjadi kebalikannya ketika benjolan yang muncul bersifat ganas dan dapat menjadi sel kanker. Biasanya benjolan akan menimbulkan rasa nyeri, terutama jika pertumbuhan sel-sel yang tidak normal tersebut sudah menekan saraf yang berada di dekatnya.

 

  • Bertekstur lunak

Tekstur benjolan di leher memang bisa saja bervariasi sesuai dengan penyebab munculnya. Namun, sebagian besar benjolan di leher yang tidak berbahaya memiliki tekstur yang lunak atau kenyal. Adapun ciri-ciri benjolan di leher yang tidak berbahaya tersebut disebabkan oleh adanya cairan maupun jaringan lunak di dalam benjolan tersebut.

Justru sebaliknya, jika benjolan di leher tersebut termasuk dalam benjolan yang berbahaya, maka biasanya akan memiliki tekstur lebih keras ketika disentuh karena pertumbuhan sel-sel yang tidak normal berada di area leher.

 

  • Dapat digerakkan

Ciri-ciri benjolan di leher yang tidak berbahaya lainnya yaitu benjolan bisa digerakkan. Misalnya saja benjolan di leher yang muncul karena disebabkan oleh penyakit lipoma.

Benjolan yang tumbuh di bawah kulit leher karena pembelahan sel lemak secara berlebihan ini dapat dengan mudah digerakkan atau sedikit berpindah tempat ketika menelan. Sebaliknya, benjolan yang sifatnya berbahaya umumnya tidak dapat digerakkan meskipun sudah didorong dengan keras.

 

  • Ukurannya tidak membesar secara signifikan

Benjolan di leher memang tidak akan menghilang, hanya saja ukurannya pun tidak akan membesar secara signifikan dalam waktu singkat jika benjolan tersebut tidak berbahaya. Bahkan beberapa benjolan yang muncul di leher, misalnya saja karena penyakit kista, terkadang tidak memerlukan penanganan medis. 

Berbeda hal jika benjolan yang muncul tersebut berbahaya dan bersifat kanker biasanya akan bertambah besar dalam waktu singkat.

 

Cara Membedakan Benjolan yang Berbahaya atau Tidak

Jika kamu menemukan benjolan di leher, jangan langsung panik! Pasalnya tidak semua benjolan yang muncul tersebut bersifat serius dan perlu penanganan segera. Untuk lebih jelasnya, kamu perlu mengetahui perbedaan antara benjolan yang berbahaya dan tidak terlebih dahulu.

Benjolan dan tumor bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Benjolan yang muncul tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti bawaan lahir, infeksi atau peradangan, cedera, serta pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel tubuh. Namun, kebanyakan benjolan tersebut umumnya tidak menimbulkan bahaya.

Berikut ini beberapa kriteria guna membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak, diantaranya:

  • Waktu munculnya benjolan

Ciri-ciri pertama yang bisa digunakan untuk membedakan benjolan yang berbahaya atau tidak yaitu dengan mengetahui waktu kemunculan benjolan tersebut.

Benjolan kongenital atau yang sudah ada sejak lahir biasanya tidak menimbulkan bahaya yang serius, misalnya seperti hemangioma. Benjolan tersebut umumnya tidak membutuhkan penanganan medis karena ada mengecil dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia.

 

  • Penyebab munculnya benjolan

Selain mengetahui waktu kemunculan benjolan tersebut, cara lainnya untuk membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak yaitu dengan mengetahui penyebab kemunculan benjolan.

Kebanyakan benjolan yang muncul tersebut akibat adanya cedera yang tidak terlalu parah, misalnya seperti memar otot yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah. Umumnya, benjolan akibat memar akan mengecil dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan medis.

 

  • Infeksi pada benjolan

Benjolan akibat adanya infeksi biasanya akan muncul dalam bentuk kumpulan nanah. Kondisi tersebut biasanya disebut dengan abses atau bisul. Namun, kamu tak perlu merasa khawatir. Pasalnya abses tersebut dapat diatasi dengan cara mengkonsumsi obat antibiotik dari dokter atau dengan melakukan prosedur pembedahan kecil (operasi kecil).

 

  • Karakteristik benjolan

Cara lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membedakan benjolan yang berbahaya atau tidak yaitu dari karakteristik benjolan tersebut. Benjolan yang keras, tidak dapat digerakkan, permukaan tidak rata, dan tumbuh dengan cepat biasanya termasuk dalam benjolan yang sifatnya berbahaya, sehingga perlu untuk segera ditangani oleh dokter.

 

  • Gejala yang menyertai benjolan

Munculnya benjolan yang disertai gejala lainnya, seperti penurunan berat badan secara drastis serta demam dan rasa lelah berkepanjangan, sebaiknya kamu perlu waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Pasalnya, benjolan yang disertai dengan gejala-gejala tersebut bisa saja menjadi tanda awal dari suatu kondisi medis tertentu, seperti penyakit kanker.

 

Benarkah Benjolan di Leher Bisa Menjadi Gejala Tumor?

Pembengkakan atau benjolan yang terjadi di leher dapat disebabkan karena kelenjar getah bening yang sedang aktif melawan infeksi. Meskipun demikian, kondisi tersebut termasuk masih sangat normal terjadi dan benjolan juga dapat mereda dengan sendirinya setelah virus tersebut menghilang. Namun, benjolan tersebut juga bisa saja menjadi salah satu gejala awal munculnya tumor atau bahkan kanker.

Pembengkakan pada kelenjar getah bening yang berhubungan dengan kanker terjadi saat sel kanker telah berkembang. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka kanker dapat menyebar ke jaringan yang ada disekitarnya. Adapun tanda yang paling mudah dikenali dari benjolan akibat tumor yaitu benjolan yang bersifat keras dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

Benjolan akibat tumor dapat memiliki ukuran yang berbeda-beda. Tak hanya itu saja, gangguan pada leher tersebut juga dapat menghilang dan muncul kembali setelah beberapa minggu kemudian. 

Sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter ketika kamu mengalami beberapa gejala yang menyertai munculnya benjolan di leher, diantaranya:

  • Kesulitan untuk menelan.
  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
  • Sakit telinga atau kehilangan pendengaran pada satu sisi.
  • Merasakan adanya cairan di belakang gendang telinga.
  • Perubahan pada suara atau serak.

 

Meskipun sebenarnya 80% hingga 90% benjolan yang terjadi di leher tidak bersifat kanker, namun sebaiknya kamu tetap melakukan pemeriksaan ke dokter, terlebih lagi jika kamu merasakan adanya perubahan pada benjolan yang dirasakan.

 

Madu Herbal Zymuno

Zymuno merupakan madu imunoterapi herbal pertama di Indonesia yang diformulasikan khusus oleh para ahli terpercaya sehingga dapat memberikan berbagai khasiat, seperti mengobati benjolan yang ada pada leher, payudara, ketiak atau bagian tubuh lainnya, mengobati tiroid, mengobati kista/miom, serta mampu mengobati tumor jinak.

ciri-ciri benjolan di leher tidak berbahaya

Madu Zymuno sudah terbukti 3x lebih ampuh dalam membantu mengobati benjolan, bahkan untuk gejala yang sudah menahun.

 

Komposisi Madu Zymuno

Madu Zymuno dijamin berkualitas tinggi dan aman dikonsumsi dan sudah terdaftar dalam BPOM. Madu herbal ini juga menggunakan bahan herbal alami dan pilihan, diantaranya seperti:

  • Madu Asli

Madu mengandung zat anti-tumor yaitu flavonoid, asam folat, asam amino, protein, dan enzim. Zat tersebut berkhasiat sebagai anti-inflamasi untuk mengobati benjolan dan peradangan kronis penyebab sel tumor.

  • Daun Meniran

Daun meniran kaya akan kandungan antioksidan yang berkhasiat meningkatkan fungsi vitamin dan mineral, sehingga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, mencegah infeksi bakteri dan virus, serta mengobati pembengkakan dan benjolan.

Tak hanya itu saja, daun meniran juga dapat memperlambat pertumbuhan sel tumor dengan bertindak sebagai sel mati sehingga tidak akan memicu munculnya sel tumor baru.

  • Daun Kelor

Daun kelor mengandung 50 antioksidan, 27 vitamin, 9 asam amino esensial, dan garam mineral yang berkhasiat melawan radikal bebas dalam tubuh.

Senyawa alami yang ada di dalam daun kelor yaitu allasea monosakarida berkhasiat untuk menghentikan siklus sel tumor pada tahap awal.

  • Temulawak

Temulawak memiliki dua kandungan utama yaitu kurkumin dan xanthorrhizol yang berkhasiat mengobati peradangan, pembengkakan dan benjolan, menekan induksi bintik tumor, serta meningkatkan imunitas tubuh.

 

Zymuno Sangat Direkomendasikan Untuk Siapapun yang Mengalami Masalah Kesehatan

  • Mengalami masalah benjolan pada tangan, leher, ketiak, dan pada payudara yang tak kunjung sembuh.
  • Benjolan muncul kembali setelah operasi.
  • Munculnya benjolan disertai rasa nyeri, demam, lemas, dan penurunan berat badan.
  • Menderita kista dan tiroid
  • Sudah mencoba berbagai macam obat penyembuh benjolan namun masih belum ada perubahan.
  • Sudah coba terapi dan berobat kemana-mana, namun belum sembuh juga
  • Bingung mencari obat yang terbukti ampuh mengobati benjolan.

 

Aturan Minum Zymuno

ciri-ciri benjolan di leher tidak berbahaya

Madu Zymuno aman dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa. Adapun aturan minumnya yaitu:

  • Kocok dahulu sebelum diminum
  • Diminum 2x sehari sebanyak 2 sendok makan
  • Diminum setelah makan

 

Note : kondisi khusus (diabetes/kadar gula darah tinggi), diminum 1x sehari sebanyak 1 sendok makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?