Ciri-Ciri Hamil Anak Autis Ketahui untuk Penanganan Dini

Ciri-ciri Hamil Anak Autis

Autisme menjadi salah satu sindrom yang dikhawatirkan oleh para calon orang tua. Untuk itu, ciri-ciri hamil anak autis menjadi penting untuk diketahui. Dengan mengetahui gejala ini lebih dini, maka penanganan dan perawatan yang dilakukan akan lebih cepat pula.

Ciri-ciri ini bisa saja dialami ketika umur kehamilan masih muda. Penyebab dari hal ini pun dapat sangat beragam. Bisa dari keturunan, kelainan kromosom atau gen tertentu, faktor lingkungan, dan masih banyak lagi.

Faktor lingkungan menjadi salah satu faktor terbesar yang dapat meningkatkan risiko autisme. Biasanya, lingkungan dengan paparan bahan kimia beracun yang dapat meningkatkan gangguan autisme pada anak dalam kandungan.

Ciri-ciri Hamil Anak Autis
www.istockphoto.com

Ciri-Ciri Hamil Anak Autis

Gangguan terhadap tumbuh kembang anak, seperti autisme, menjadi salah satu kondisi pada janin dan anak yang paling dikhawatirkan oleh ibu hamil. Autisme merupakan kelainan pada perkembangan sistem saraf yang umumnya disebabkan oleh faktor hereditas dan memiliki gejala yang berbeda antar penderitanya.

Autisme bukanlah penyakit kejiwaan karena ini merupakan gangguan pada saraf otak yang menyebabkannya tidak dapat berfungsi seperti otak normal pada umumnya. Kondisi ini sering disebut sebagai gangguan spektrum autis atau autisme spectrum disorder (ASD). Istilah spektrum di sini berarti gejala atau tingkatan keparahan penyakit yang tidak sama pada setiap orang yang mengalaminya.

Berdasarkan data dari WHO, kondisi ini telah terjadi pada 1 dari 160 anak di seluruh dunia. Sedangkan untuk wilayah Indonesia, hingga saat ini belum terdapat data pasti terkait pasien penderita ASD.

Sebagian kasus autisme pada anak dapat terdeteksi sejak ia masih berada dalam kandungan. Untuk mencegahnya, para ibu perlu tahu apa saja ciri-ciri hamil anak autis.

Umumnya, kondisi ini dapat diketahui mulai dari kondisi kehamilan bulan keenam. Lalu, apa saja ciri-cirinya? Simak penjelasan lebih lanjutnya berikut ini.

Sering Mengalami Pendarahan

Ciri-ciri hamil anak autis yang pertama adalah sering mengalami pendarahan. Seringnya terjadi pendarahan pada ibu dapat mempengaruhi tumbuh kembang otak janin atau bayi sehingga meningkatkan risiko autisme.

Selain memicu gejala autisme, pendarahan ini juga dapat membahayakan nyawa calon anak dan calon ibu. Untuk itu, jika mengalami pendarahan segeralah berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Ini akan membantu ibu dan anak untuk menerima pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab terjadinya pendarahan itu sendiri.

Penyebab utama dari pendarahan ini juga dapat ditangani lebih dini untuk mencegah adanya kemungkinan buruk pada janin dan ibu hamil. Biasanya, dokter atau bidan akan memberikan resep tepat untuk menangani pendarahan tersebut.

Kandungan Testosteron yang Terlalu Tinggi pada Saat Kehamilan

Jumlah hormon testosteron yang terlalu tinggi pada saat kehamilan juga dapat menjadi salah satu ciri-ciri hamil anak autis. Permasalahan jumlah hormon ini menjadi pertanda bahwa ada yang tidak beres atau gangguan pada masa kehamilan.

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa hal ini dapat meningkatkan persentase kelahiran bayi autis sangat tinggi. Cara untuk mengetahui kelainan jumlah hormon ini adalah dengan melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan.

Apabila sejak awal diketahui bahwa calon orang tua memiliki jumlah hormon testosteron yang tinggi dan kemungkinan akan melahirkan bayi dengan gejala autis, maka ibu dapat segera melakukan pencegahan. Dengan cara menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan penanganan yang dapat mencegah terjadinya kemungkinan ini.

Terdapat Infeksi Pada Masa Kehamilan

Ciri-ciri hamil anak autis yang berikutnya adalah adanya kelainan atau infeksi selama masa kehamilan. Hingga saat ini, belum ada diagnosa pasti terkait infeksi seperti apa yang dapat menyebabkan gejala autisme pada bayi dalam kandungan.

Untuk itu, ketika ibu mengalami infeksi pada kehamilan, segeralah melakukan pemeriksaan menyeluruh ke dokter spesialis. Meski belum diketahui secara pasti, namun infeksi pada saluran kemih dapat menjadi salah satu jenis gejala yang perlu diwaspadai.

Hal tersebut karena posisi kandung kemih berada dekat dengan tempat tumbuh kembang janin dalam kandungan. Melakukan pemeriksaan menyeluruh dapat membantu untuk mengurangi risiko dari infeksi tersebut.

Sering atau Sedang Mengonsumsi Obat-obatan

Ibu hamil yang terpapar bahan kimia tertentu atau obat-obatan lebih berisiko untuk melahirkan anak autis. Bukan saja obat-obatan, seringnya mengkonsumsi alkohol, obat anti-kejang, memiliki gangguan metabolisme, seperti diabetes dan obesitas, juga dapat meningkatkan risiko janin terkena autisme.

Kekurangan Zat Besi

Calon ibu yang kekurangan zat besi juga dapat menjadi salah satu ciri-ciri hamil anak autis. Menurut sebuah studi yang dirilis American Journal of Epidemiology 2014 menyatakan bahwa kondisi seperti ini lima kali lebih memicu gangguan autisme pada anak yang dilahirkan.

Risiko ini juga bisa semakin meningkat ketika ibu sudah berusia 35 tahun atau lebih. Selain itu, janin dengan autisme dapat disebabkan oleh adanya gangguan metabolisme seperti diabetes atau darah tinggi.

Beberapa Faktor Penyebab Anak Mengalami Autisme

Setelah mengetahui apa saja ciri-ciri hamil anak autis, ada baiknya calon orang tua mengetahui faktor penyebab dari gejala ini. Agar nantinya dapat dilakukan pencegahan dini sehingga tidak meningkatkan risiko kehamilan bayi dengan autisme. Adapun beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab utama dari gejala autisme pada anak adalah sebagai berikut:

  • Faktor Neurologis. Faktor yang pertama ini merupakan faktor dimana adanya perkembangan syaraf otak yang tidak sempurna selama masa kehamilan. Sehingga dapat menyebabkan risiko anak lahir dengan autisme.
  • Faktor Hereditas atau Keturunan. Faktor berikutnya ini merupakan faktor yang berasal dari garis keturunan atau DNA, baik dari ayah maupun ibu. Hal ini karena penentu dari tumbuh kembang anak adalah faktor keturunan. Kebanyakan kasus autisme di dunia penyebabnya adalah adanya garis keturunan dari pihak ayah atau ibu dengan riwayat penyakit autisme.
  • Faktor Lingkungan atau Penyakit. Menurut penelitian, faktor lingkungan juga dapat menjadi pemicu utama meningkatnya risiko gangguan autisme. Stress yang berasal dari lingkungan tentu dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan. Selain itu, mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang otak calon anak sehingga memicu gejala autisme.

Diagnosis Autisme

Meski ciri-ciri hamil anak autis dapat diketahui sejak janin berada dalam kandungan, tetapi diagnosis tetapnya hanya dapat ditegakkan ketika melakukan pemeriksaan secara langsung pada anak.

Pada penjabaran sebelumnya telah dijelaskan bahwa autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan anak yang dapat membuatnya lebih sulit berinteraksi dengan orang lain. Gangguan kesehatan ini sendiri belum diketahui pasti penyebabnya. Umumnya, kondisi ini mulai terlihat ketika anak berusia 2-4 tahun.

Itulah ciri-ciri hamil anak autis lengkap dengan faktor dan diagnosisnya. Anak dengan keterbatasan interaksi sosial, kesulitan berbicara, dan mengulang pola perilaku yang sama merupakan ciri umum anak dengan gangguan autisme. Pencegahannya dapat dilakukan secara dini jika sang ibu rutin melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis. Bisa juga dengan memberikan anak suplemen vitamin yang membantu tumbuh kembang anak seperti Generos. Generos ini merupakan vitamin atau suplemen dengan 5 kebaikan alam yang khusus diformulasikan untuk anak-anak. Kandungan nutrisi didalamnya membantu untuk mengatasi speech delay, membantu meningkatkan daya ingat anak, dan tumbuh kembang anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?