Gejala Autisme pada Anak Penting Mengetahui Sedini Mungkin

Autis Adalah

Gejala autisme bisa terjadi saat anak berusia kurang dari 1 tahun atau menginjak 2 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa terlihat saat seseorang menginjak dewasa. Gangguan perkembangan saraf ini jelas menghambat aktivitas penderita. Berbeda gejala berbeda pula tingkat keparahan dalam beraktivitas.

Oleh karena itu, wajar apabila penderita autis membutuhkan perhatian dan dukungan lebih banyak dari keluarga, khususnya kedua orang tua mereka. Hal ini untuk menunjang tumbuh kembang dan membantu anak beraktivitas secara mandiri.

Mengenal Gejala Autisme

Autisme atau dalam bahasa medis autism spectrum disorder berpengaruh terhadap gangguan komunikasi dan berinteraksi. Beberapa hal penyebab anak autisme adalah paparan zat kimia dan obat-obatan, genetika, serta ibu hamil dengan usia lebih dari 40 tahun.

Gangguan perkembangan saraf ini muncul sebagai akibat kelainan bawaan. Intinya, penderita autisme mengalami perubahan di beberapa area utama otak. Hal yang perlu diingat adalah bahwa autis bukanlah penyakit. Hanya saja, mekanisme otak tidak sama dengan orang normal, sehingga kesulitan memahami perasaan dan pikiran orang lain.

Penting untuk mengetahui gejala autis sedini mungkin. Secara umum, gejala tersebut terdiri dari gangguan komunikasi dan pola perilaku.

Gangguan Komunikasi

Gejala ini ditunjukkan saat masih bayi. Tepatnya saat berusia 8 atau 10 bulan. Kasus yang terjadi di masyarakat adalah pada awalnya anak-anak autis tumbuh seperti anak normal dan tidak kesulitan berbicara, bahkan termasuk level mahir. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan tersebut lambat laun menghilang.

Saat mengalami gangguan berkomunikasi, otomatis berpengaruh terhadap interaksi sosial di penderita. Gejala autisme berdasarkan gangguan tersebut adalah:

  • Tidak merespon saat orang memanggilnya, meskipun indra pendengarannya normal.
  • Kesulitan mengungkapkan emosi, sehingga hampir tidak pernah melakukannya.
  • Selalu berusaha menghindari kontak fisik dengan orang lain.
  • Tidak memiliki kepedulian, sehingga enggan berbagi dengan sesama.
  • Kesulitan memahami pertanyaan atau suatu petunjuk, sesederhana apapun bentuknya.
  • Cenderung lebih suka menyendiri dan menciptakan dunianya sendiri. Anak autisme tidak suka bermain dengan anak-anak lain.
  • Nada bicara yang tidak biasa juga menjadi gejala autis dan gejala ini mudah dikenali.
  • Sedikit atau hampir tidak pernah menggunakan gerakan. Gejala autisme ini bisa terlihat sejak usia 12 bulan.
  • Suka menghindari kontak mata dengan lawan bicara.
  • Tidak suka menari, menyanyi, dan menjalankan peran orang lain saat bermain.
  • Tidak memiliki ketertarikan terhadap sesuatu. Biasanya terdeteksi saat usia 18 bulan.
  • Tidak pernah berekspresi.
  • Suka mengulang-ulang perkataan dan tidak menempatkan kata tersebut dengan tepat.
  • Kesulitan memulai atau meneruskan perkataan, meski sifatnya sederhana.

Gangguan Pola Perilaku

Biasanya, gangguan pola perilaku penderita autisme adalah suka melakukannya berulang kali, gerakan terbatas, dan minat yang tidak biasa. Adapun gejala autisme yang berkaitan dengan gangguan ini meliputi:

  • Menyukai jenis makanan yang sama. Misalkan sama teksturnya.
  • Gerakan yang dilakukan tidak cukup hanya sekali. Misalkan saja seperti mengibaskan tangan berulang kali atau mengayunkan tubuh.
  • Pola gerakan tidak biasa, seperti berjalan jinjit.
  • Pola aktivitas memiliki kemiripan, misalkan bermain dengan cara sama.
  • Kurang respon terhadap rasa sakit.
  • Sensitif terhadap pencahayaan, baik yang sifatnya lemah maupun kuat.
  • Tidak berminat memainkan sesuatu yang membutuhkan fokus atau konsentrasi.
  • Marah ketika menjumpai perubahan kecil.
  • Cenderung fokus pada satu objek dan tidak peduli dengan objek lain, meskipun letaknya berdekatan.
  • Reaksi terhadap suara, bau, tampilan, atau rasa cenderung berlebihan.

Gangguan Lain

Selain gangguan komunikasi dan pola perilaku, penderita autisme juga menunjukkan gejala seperti:

    • Keterampilan bahasa dan gerakan tertunda.
    • Perilaku impulsif, mudah lupa, atau hiperaktif.
    • Keterampilan kognitif tertunda.
    • Pola makan dan tidur tidak biasa.
    • Suasana hati yang tidak sewajarnya.
    • Stres, depresi, dan kecemasan berlebih.
    • Tidak memiliki takut sama sekali atau sebaliknya memiliki ketakutan yang sifatnya berlebihan.
    • Epilepsi.

Penanganan Autisme

Gangguan autisme tidak bisa sembuh. Kendati demikian, tindakan penanganan menjadi hal wajib agar mereka bisa beraktivitas normal dan mandiri. Penanganan pertama  adalah dengan konsumsi obat tertentu. Misalkan saja obat stimulan, obat antidepresan, dan obat antipsikotik. Obat-obatan tersebut adalah jenis obat untuk mengurangi gejala autisme seperti kesulitan mendapatkan fokus, tantrum, dan hiperaktif.

Selanjutnya adalah psikoterapi yang bertujuan melatih fungsi kognitif, cara berpikir, serta cara bertindak anak autisme. Dengan terapi rutin, diharapkan anak-anak autisme tidak lagi kesulitan berinteraksi dengan sekitar dan bisa mandiri.

Pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang juga menjadi penanganan anak autisme. Dalam hal ini, butuh peran dokter untuk mengetahui hal-hal yang bisa mendukung tumbuh kembang anak. Pastikan rutin melakukan stimulasi. Bila perlu, buatlah jadwal.

Penanganan anak autisme tentu berbeda dengan anak normal. Beri curahan kasih sayang ekstra agar dirinya merasa tidak sendiri. Penting untuk berhenti memaksa anak melakukan sesuatu jika menolak. Untuk pola makan, hindari konsumsi makanan dengan kandungan zat adiktif, meski jumlahnya sedikit.

Waktu Terbaik Membawa ke Dokter

Setelah terdeteksi adanya gejala autisme pada buah hati, penanganan yang tepat adalah segera membawa ke tenaga kesehatan. Sama seperti sakit, semakin cepat mengatasi dan tindakan penanganannya lebih efektif.

  • Waktu yang tepat membawa anak autisme ke dokter adalah apabila menunjukkan gejala:
  • Keterbatasan berbicara dan berinteraksi.
  • Saat usianya 6 bulan tidak bisa menunjukkan respon senang atau tersenyum.
  • Usia 9 bulan tidak bisa menirukan bunyi atau mengekspresikan wajah.
  • Pada saat anak berusia 12 bulan tidak berceloteh.
  • Saat berusia 14 bulan tidak melakukan gerakan apapun, meski gerakan sederhana seperti menunjuk sesuatu.
  • Hingga umur 16 bulan tidak bisa mengucapkan satu patah kata pun.

Generos Vitamin Otak

Setiap orang tua sudah pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hati mereka, terlebih  saat menemukan gejala autisme. Selain penanganan medis dan dukungan keluarga, vitamin Generos merupakan alternatif yang layak coba. Kombinasi antara berbagai nutrisi terbaiknya membantu merangsang kognitif anak terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Sedangkan kandungan formula yang inovatif dapat membantu mencapai potensi optimal.

Terbuat dari bahan-bahan alami yang 100% teruji aman, membuat Generos tidak memiliki efek samping. Bahkan mengkonsumsi dalam jangka waktu panjang pun tak masalah. Kandungan ikan sidat yang kaya protein dan Omega 3 berperan mengembalikan fokus anak saat beraktivitas. Suplemen alami berupa madu hutan membantu memperkuat sistem imun tubuh dan antioksidan penangkal kecemasan berlebih pada anak autisme.

Pegagan berperan meningkatkan daya ingat anak. Sedangkan temulawak membantu memperbaiki nafsu makan dan penangkal penyakit. Bahan alami yang tak kalah penting adalah mengkudu yang bertugas meningkatkan kesehatan otak. Penting untuk mengimbangi konsumsi Generos dengan makanan bergizi kaya nutrisi. Dapatkan vitamin Generos di apotek  terpercaya atau official store.

Usahakan jangan sampai mengabaikan penderita autisme karena bisa memicu komplikasi di lingkup sosial. Bagi anak yang mengalami gejala autisme, jangan menunda melakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Konsultasikan dengan pakarnya dan pertimbangkan konsumsi Generos untuk langkah pengobatan anak autisme optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?