Kalkulator Berat Badan Janin dalam Kandungan, Cara Ceknya

Kalkulator Berat Badan Janin Dalam Kandungan

Pertambahan dan kenaikan berat badan ibu hamil merupakan salah satu komponen yang tidak dapat diabaikan dalam kehamilan. Secara tidak langsung, kenaikan berat badan tidak normal dapat berpengaruh buruk kehamilan secara keseluruhan. Salah satu yang dapat dilakukan untuk melihat kenaikan berat badan adalah dengan kalkulator berat badan janin dalam kandungan.

Kalkulator Berat Badan Janin Dalam Kandungan
Pexels.com

Definisi Kalkulator Berat Badan Janin dalam Kandungan

Selain menggunakan kalkulator, ibu hamil harus mengetahui berapa indeks massa tubuh sebelum hamil. Caranya menghitungnya dengan membagi berat badan dalam satuan kg dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter.

Berat badan janin memiliki arti penting dalam pemberian informasi sebelum persalinan. Kalkulator yang dipakai untuk menghitung perkiraan berat badan janin adalah kalkulator BMI ibu hamil. Kalkulator ini akan memudahkan ibu hamil untuk mendapatkan gambaran rekomendasi pertambahan berat badan sesuai umur kehamilan.

Pengertian Kalkulator BMI Ibu Hamil

Kalkulator BMI atau kalkulator berat badan janin dalam kandungan merupakan alat yang digunakan untuk memperkirakan berat badan kehamilan. Selain menggunakan alat ini, disarankan untuk membandingkan dengan rekomendasi setiap minggu selama kehamilan.

Caranya dengan melihat status gizi sebelum hamil dari Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index. Caranya dengan menggunakan rumus berisi tinggi badan sebelum dan berat badan sebelum hamil.

Cara Menghitung Kalkulator BMI Ibu Hamil

Cara menghitung dengan kalkulator berat badan janin dalam kandungan bisa dengan cara manual seperti yang sudah disebutkan atau menggunakan kalkulator online khusus BMI. Berikut cara menghitung kalkulator BMI ibu hamil secara manual:

Berat badan (dalam kg): Kuadrat tinggi badan (dalam ukuran meter)

BMI = (BB) / [(TB) x (TB)]

Setelah mengetahui berapa hasil BMI, bisa menggunakan panduan dari Institute of Medicine (IOM) untuk mengetahui total kenaikan berat badan ibu hamil yang ideal.

BMI di bawah Angka 18,5

Angka ini menunjukkan ibu hamil underweight atau kekurangan berat badan. Karena berat badan ideal selama hamil adalah 12,5-18 kg. Ada banyak faktor yang mempengaruhi BMI rendah. Misalnya alasan medis seperti tiroid terlalu aktif. Untuk itu, ibu hamil perlu membicarakan dengan dokter kandungan.

BMI 18,5 sampai 25

BMI di angka ini berarti berat badan ibu hamil ideal. Kenaikan berat badan yang baik adalah 11 sampai 15 kg. Pada trimester pertama, kenaikan berat badan ibu hamil sebaiknya 0,5 sampai 2,5 kg. Setelah trimester pertama, diikuti kenaikan berat 0,5 kg per minggu.

BMI antara 25 sampai 29, 9

Angka ini menunjukkan ibu hamil overweight. Karena kenaikan berat badan ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak. Idealnya di angka 7-11,5 kg.

BMI di atas 30

Apabila kalkulator berat badan janin dalam kandungan menunjukkan angka di atas 30, hal ini menunjukkan kondisi obesitas. Kenaikan berat badan idealnya 5-10 kg saja.

Misalnya, ibu hamil memiliki berat badan sebelum hamil 49 kg dengan tinggi badan 1,6 meter. Maka, angka BMI yang adalah 49/(1,6 x 1,6)= 19,1

Jadi, total kenaikan berat badan ideal ibu hamil ini adalah 11 sampai 15 kg.

Taksiran Berat Janin

Apabila cara sebelumya untuk mengetahui berat badan ideal ibu hamil, maka taksiran berat janin ini digunakan untuk menghitung perkiraan berat janin dalam kandungan. Informasi yang diperoleh dari metode ini bisa digunakan untuk mengetahui perkembangan janin.

Berat janin terlalu besar maupun kecil bisa menimbulkan komplikasi ketika persalinan. Komplikasi tersebut dapat membahayakan ibu hamil dan calon bayi. Melalui TBJ ini, kondisi tidak normal akan segera mendapatkan penanganan, sehingga risiko komplikasi ketika persalinan dapat dikurangi.

Rumus Taksiran Berat Janin

Selain menggunakan USG dan kalkulator berat badan janin dalam kandungan, ada beberapa rumus taksiran berat badan untuk mengetahui perkembangan janin dalam rahim. Sebelum menggunakan rumus, ibu hamil perlu mengukur tinggi fundus uteri (TFU) dahulu.

TFU ini diperoleh dengan mengukur jarak tulang kemaluan dan rahim bagian atas ibu hamil. Apabila sudah mendapatkan angka, cara menghitung TBJ bisa mengikuti rumus berikut ini:

Rumus McDonald atau SFH

Pengukuran Height Symphysis-Fundal ini merupakan metode skrining untuk memperkirakan usia kehamilan dan pertumbuhan janin setelah 24 minggu kehamilan. Caranya dengan menggunakan semacam selotip yang ditempatkan di atas perut ibu.

Kandung kemih harus kosong apabila pengukuran dilakukan. Jarak dari bagian atas tulang kemaluan ke bagian atas rahim ibu hamil diukur dalam sentimeter. Hasilnya dalam sentimeter harus sama dengan usia kehamilan dalam minggu.

Rumus Johnson Toshack

Perhitungan TBJ janin menggunakan rumus Johnson Toshack dengan (TFU – N) x 155. N merupakan nilai 11/12/13, tergantung dengan posisi kepala janin.

  • Apabila kepala jabang bayi belum melewati tonjolan tulang ilium (spina ischiadica) maka 11
  • Apabila kepala jabang bayi sudah melewati tonjolan tulang ilium maka 12
  • Kepala janin yang belum melewati pintu atas panggul berarti 13

Rumus Niswander

Selain menggunakan kalkulator berat badan janin dalam kandungan, bisa juga dengan menggunakan rumus TBJ. Rumus Niswander ini perhitungannya sedikit rumit daripada rumus Johnson Toshack. Rumusnya yakni (TFU – 13) : 3 x 453,6.

Formula Dare

Rumus ini terbilang paling sederhana dibandingkan dengan rumus TBJ lainnya. Namun, untuk mendapatkan TBJ, ibu hamil harus mengukur lingkar perut terlebih dahulu. Lingkar perut hasilnya dalam satuan meter dengan rumus TFU x LP.

Rumus Risanto

Selain kalkulator berat badan janin dalam kandungan rumus Risanto ini juga bisa digunakan. Dibuat oleh Risanto Siswosudarmo pada tahun 1990, formulasinya berdasarkan populasi masyarakat Indonesia.

Namun, penelitian Poltekkes Malang menyebutkan bahwa rumus ini tidak terpakai secara luas oleh tenaga kesehatan. Rumusnya yakni 127,6 x TFU – 931,5.

Perlu diingat, hasil pengukuran menggunakan kalkulator berat badan janin dalam kandungan tadi belum tentu sangat akurat. Terlebih lagi perhitungan TFU memiliki subjektivitas tinggi, tergantung juga dengan ketebalan kulit masing-masing ibu hamil. Bentuk rahim ibu hamil juga mempengaruhi perhitungan.

Cara Mengontrol Berat Badan Saat Kehamilan

Beberapa ibu hamil kelebihan berat badan saat hamil. Beberapa lainnya ingin menambah berat badan. Lalu bagaimana cara mengontrol berat badan saat kehamilan? Berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk ibu hamil.

  • Mengetahui kebutuhan kalori per hari setelah melakukan perhitungan menggunakan kalkulator berat badan janin dalam kandungan.
  • Konsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran segar dapat membuat tubuh tetap bugar dan sehat.
  • Hindari makanan tak bergizi yang menggunakan tambahan gula atau pemanis buatan.
  • Olahraga sedang seperti yang sudah direkomendasikan oleh dokter kandungan maupun bidan untuk membakar kalori ekstra.

Weight Herba sebagai Penambah Berat Badan

Ibu hamil dengan kondisi underweight sebaiknya untuk menambah asupan tambahan yang sehat. Karena susu ini tanpa tambahan gula dan dapat melancarkan saluran pencernaan. Pastikan dahulu untuk mengetahui berapa kebutuhan untuk menaikkan berat badan ibu hamil.

Mengonsumsi susu ini akan membantu untuk menaikkan berat badan ibu hamil menjadi lebih ideal. Selain itu juga dapat mengurangi peradangan, menjaga kesehatan rongga mulut ibu dan bantu perkembangan otak janin. Setelah mengetahui berapa kebutuhan ibu hamil dengan kalkulator berat badan janin dalam kandungan. Ibu hamil bisa melakukan program penambahan berat badan dengan susu Weight Herba.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?