Ketahui Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal dan Normal

Ketahui Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal dan Normal

Ibu yang sedang mengandung tentu saja penasaran berapa kenaikan normal dan ideal berat badan ibu hamil. Kenaikan berat badan ibu hamil terkadang menjadi perdebatan karena cukup berpengaruh dengan keadaan sang bunda. 

Aspek berat badan ini berpengaruh terhadap kesehatan janin dan si ibu dan itu sendiri. Kondisi berat badan yang berlebih atau kurang akan berisiko mengalami penyakit berhubungan dengan kehamilan. 

Ketahui Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal dan Normal
Pexels.com

Ketahui Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal

Ibu hamil tidak perlu panik dulu, hal yang perlu dilakukan adalah mengetahui berat badan ideal saat hamil. Supaya Ibu dan janin tetap sehat dan dalam kondisi prima. 

Alasan Kenaikan Berat Badan Penting untuk Ibu Hamil

Makan makanan sehat dan seimbang dapat membantu bayi di dalam kandungan mendapatkan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan. Ibu hamil harus makan lebih bergizi dari sebelumnya karena ada janin tumbuh tergantung pilihan makanannya. 

Makan untuk dua orang bukan berarti harus makan porsi 2x lipat atau lebih. Ini berarti ibu hamil memerlukan sedikit lebih banyak kalori tambahan. Lalu, bagaimana apabila ibu hamil mengalami kenaikan berat badan? 

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kenaikan berat badan pada ibu hamil justru penting untuk kesehatan ibu hamil itu sendiri. Hal yang terpenting adalah tetap menjaga berat badan ibu hamil di tingkat aman. 

Penyebab Kenaikan Berat Badan pada Ibu Hamil

Rata-rata kenaikan berat badan ibu hamil 11,5-16 kg selama periode kehamilan. Apabila dibagi menjadi tiga trimester, biasanya kenaikan ini 1-2 kg di trimester pertama. Kemudian 500 gram setiap minggunya. 

Selanjutnya, ⅓ dari kenaikan berat badan diperuntukkan bagi plasenta, janin, dan cairan ketuban. Sementara ⅔ sisanya diperuntukkan: 

  • Peningkatan volume darah
  • Jaringan payudara
  • Otot rahim yang terus melakukan pembesaran
  • Penyimpanan lemak ibu hamil sebagai persiapan menyusui

Dalam kenaikan berat badan ini, ibu hamil menyimpan sejumlah besar lemak tubuh pada kehamilan normal untuk memenuhi  kebutuhan tubuh ibu dan energi janin. 

Selain itu, lemak berperan sebagai persiapan kebutuhan energi saat menyusui. Usia kehamilan 10-20 minggu tubuh menyimpan lebih banyak lemak. Cadangan lemak ini cenderung menurun di fase akhir kehamilan. Hanya sekitar 0,5 kg dan sekitar 3,5 kg cadangan lemak tersimpan di janin. 

Aturan Kenaikan Berat Badan pada Ibu Hamil

Kenaikan berat badan ibu hamil tergantung dengan berat badan ibu sebelum hamil. Untuk ibu hamil yang underweight, maka cenderung mempertahankan kenaikan berat badan selama hamil untuk dirinya sendiri. Hal inilah yang membuat ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih perlu sedikit menaikkan dan mengontrolnya. 

Kenaikan berat badan ibu hamil ini juga tidak menjamin si jabang bayi memiliki berat badan normal saat lahir. Karena, terdapat faktor lain pengaruh berat badan saat bayi lahir. Namun, menaikkan berat badan saat hamil meningkatkan peluang berat badan bayi baru lahir berada di kisaran normal. 

Kisaran kenaikannya berbeda-beda antar individu tergantung dengan berat badan ibu sebelum hamil. Berikut ini kenaikan berat badan yang disarankan berdasarkan anjuran Center for Disease Control and Prevention (CDC).

Untuk Ibu Hamil dengan Berat Badan Normal

Ibu yang memiliki berat badan normal sebelum hamil, disarankan untuk menaikkan badan berat badan sebesar 11,3 hingga 15,9 kilogram selama kehamilan. Indeks Massa Tubuh (IMT)  ibu hamil dengan berat badan normal antara 18,5 – 24,9 kg/m2. 

Untuk Ibu Hamil dengan Berat Badan Kurang

Bagi ibu yang memiliki berat badan underweight sebelum hamil, disarankan menaikkan berat badan 12,7-18 kilogram selama kehamilan. Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu hamil dengan underweight kurang dari 18,5 kg/m2.

Ibu Hamil Overweight

Ibu hamil dengan berat badan berlebih sebelum hamil, dianjurkan untuk menaikkan berat badan 6,8-11,3 kg. Indeks Massa Tubuh ibu hamil overweight sebesar 30 kg/m2. 

Ibu Hamil dengan Obesitas

Ibu hamil yang mengalami obesitas sebelum masa kehamilan dianjurkan untuk menaikkan berat badan 5-9 kilogram selama masa kehamilan. Kenaikan berat badan ibu hamil tersebut masih normal. Indeks Massa Tubuh ibu hamil dengan kondisi ini antara 25-29,9 kg/m2. 

Ibu Hamil Anak Kembar

Sementara itu, untuk ibu yang hamil anak kembar disarankan menaikkan berat badan 11,5-24,5 kilogram selama kehamilan. Untuk menghitung IMT bisa menghitung menggunakan kalkulator BMI.  Apabila ingin mengetahui berat badan selama hamil berlebih atau tidak, dapat menghitung menggunakan kalkulator berat badan ibu hamil. 

Risiko Komplikasi Kenaikan Berat Badan Berlebih saat Hamil

Komplikasi pada kehamilan bisa terjadi apabila ibu hamil kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan ibu hamil berlebih dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang bisa terjadi:

  • Hipertensi Gestasional
  • Diabetes Gestasional
  • Pre-eklampsia
  • Kelahiran melalui operasi caesar
  • Makrosomia (ukuran bayi besar)

Ibu hamil dengan berat badan kurang maka selama hamil akan memiliki beberapa risiko. Dua hal yang paling sering adalah berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran bayi lahir prematur atau kelahiran sebelum usia 37 minggu. 

Karena itu, untuk ibu hamil usahakan menjaga berat badan pada kisaran normal selama kehamilan. Apabila ibu memiliki berat badan berlebih, bisa mengurangi asupan makanan tinggi lemak dan berolahraga. Sebaliknya, apabila ibu memiliki berat badan kurang, sebaiknya ia makan makanan yang sehat bergizi tinggi untuk mencukupi seluruh kebutuhan kalori hariannya. 

Cara Mengatur Kenaikan Berat Badan pada Ibu Hamil

Untuk menjaga supaya kenaikan berat badan ibu hamil tetap terkontrol dengan baik, perlu mengatur beberapa gaya hidup sesuai dengan kondisi tubuh. Misalnya, apabila berat badan berlebih selama hamil, dianjurkan untuk konsumsi makanan sehat, seperti: 

  • Sayuran dan buah-buahan, setidaknya 5 porsi dalam sehari. 
  • Susu dan produk susu, seperti keju dan yoghurt. 
  • Daging, ikan, telur yang mengandung protein hewani. 
  • Tempe, tahu, dan kacang-kacangan yang mengandung protein nabati. 
  • Kentang, nasi, roti, dan sereal yang mengandung karbohidrat kompleks. 
  • Pilih yang rendah lemak apabila ibu hamil mengalami kelebihan berat badan. 

Supaya lebih sehat, ada baiknya untuk membatasi makanan atau minuman manis, kudapan yang digoreng, dan pemakaian garam. Pilih makanan yang direbus, dipanggang, atau dikukus supaya lebih sehat. 

Selain itu, usahakan untuk makan sedikit tapi lebih sering. Sekitar 5-6 kali dalam sehari dengan porsi seimbang. Lakukan olahraga ringan selama hamil, seperti berenang atau jalan santai. Kenaikan berat badan ibu hamil yang masih sesuai aturan berarti sudah cukup ideal. 

Aktif bergerak dapat membantu menjaga berat badan serta persalinan mudah dan lancar. Sedangkan untuk ibu hamil dengan kondisi underweight bisa menambahkan lemak dalam setiap asupan makan. Tetapi tetap harus jaga dan kendalikan supaya tidak mengalami kenaikan berlebih. 

Ibu hamil perlu dimonitoring fase kenaikan berat badan selama kehamilannya. Perlu juga untuk melacak kenaikan berat badan ibu hamil lebih teratur. Sehingga, ibu dan bayi tetap sehat dan lancar hingga proses persalinan. Makan makanan dengan gizi seimbang tetap perlu diimbangi olahraga ringan supaya tubuh sang ibu siap untuk melahirkan. 

Apabila ibu hamil memiliki permasalahan underwight, Weight Herba bisa menjadi opsi terbaik untuk kenaikan berat badan ibu hamil. Karena, produknya sudah aman untuk dikonsumsi ibu hamil dan anak-anak. Tidak perlu khawatir dengan peningkatan berat badan yang normal, hal itu berarti ibu dan janin berada dalam kondisi sehat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?