9 Merk Obat Nyeri Sendi di Apotik

Penderita nyeri sendi perlu mengetahui 9 merk obat nyeri sendi di apotik yang akan dijelaskan pada artikel ini. Karena nyeri sendi yang dirasakan pada area tubuh, baik di satu titik maupun di beberapa titik dapat mengganggu aktivitas. Obat-obat di bawah ini merupakan obat yang sudah banyak digunakan kalangan untuk meredakan nyeri sendi dan tulang.

Merk Obat Nyeri Sendi di Apotik

1. Etawalin

Etawalin merupakan produk susu kambing etawa yang bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi nyeri sendi. Susu etawalin sudah terdaftar dalam BPOM dan terjamin bahan dasarnya berkualitas. Kandungan di dalam susu etawalin dua diantaranya yaitu temulawak dan jahe. Temulawak berfungsi sebagai analgesik karena mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri. Selain itu juga mengurangi hormon prostaglandin yang bertugas untuk menciptakan rasa nyeri.

Begitupun dengan jahe. Jahe bersifat sebagai anti inflamasi alami, dimana dapat mengurangi rasa nyeri dan juga pembengkakan.

2. CDR

Obat yang tersedia dalam bentuk tablet salah satunya yaitu CDR. Obat ini dapat dibeli dan dikonsumsi tanpa perlu resep dokter. CDR berfungsi untuk membantu pertumbuhan jaringan tulang serta menjaga kekuatan tulang. Fungsi tersebut didapat karena CDR mengandung kalsium karbonat.

Kandungan lainnya di dalam CDR yaitu vitamin C, vitamin B6, dan vitamin D. Apabila kebutuhan kalsium tubuh setiap harinya terpenuhi, maka kekuatan tulang dan sendi dapat terjaga dengan baik. CDR merupakan salah satu merk obat nyeri sendi di apotik yang cukup banyak dicari. Efek samping CDR pada sebagian orang yaitu perut kembung, sembelit atau sulit BAB, sakit perut ataupun sendawa yang terus-menerus.

3. Fortiboost D3

Fortiboost D3 merupakan suplemen kesehatan yang mengandung vitamin D3 (cholecalciferol). Apabila kebutuhan vitamin D setiap harinya terpenuhi, maka timbulnya nyeri sendi maupun nyeri tulang dapat dicegah. Vitamin D3 dapat berfungsi menjaga kesehatan tulang. Vitamin D di dalam darah bisa meningkat sebanyak dua kali lipat jika konsumsi vitamin D3.

Bentuk sediaan Fortiboost D3 yaitu tablet kunyah yang bisa dimakan 1x dalam sehari setelah makan. Kandungannya yaitu 1.000 IU vitamin D3. Efek samping dari mengonsumsi Fortiboost D3 secara berlebihan yaitu gangguan pencernaan. Contohnya seperti mual, muntah, konstipasi atau kesulitan untuk BAB, mulut terasa kering atau bisa jadi kehilangan nafsu makan.

4. UC-Flex

Kandungan yang ada pada UC-Flex yaitu UC-II (chicken cartilage powder). UC-II bisa turut serta menghambat pengikisan tulang dan mengurangi nyeri pada tulang maupun sendi. UC-Flex merupakan salah satu obat yang tersedia dalam bentuk tablet. UC-Flex dapat diminum 1x dalam sehari sejumlah 1 tablet. Merk obat nyeri sendi ini bisa dibeli di apotik tanpa perlu resep dokter. Sejauh ini, belum ada efek samping dari pengonsumsian UC-Flex.

5. X-Flam

Kandungan yang ada pada X-Flam yaitu kalium diklofenak. Kandungan tersebut mampu membuat rasa nyeri yang ada pada sendi dan tulang berkurang. Baik nyeri yang diakibatkan oleh peradangan, cedera, maupun akibat kondisi pasca operasi. X-Flam bisa dikonsumsi 2 atau 3 tablet, 2 hingga 3x sehari. Obat ini termasuk golongan obat keras sehingga tidak bisa dibeli bebas di apotik dan harus sesuai dengan resep dokter. Efek samping yang bisa timbul setelah mengonsumsi X-Flam berbeda-beda pada tiap orang. Bisa timbul gangguan pencernaan seperti sakit perut, dan lain-lain.

6. Clinidac

Kandungan yang ada pada clinidac yaitu clindamycin. Obat clinidac ini mampu mengurangi rasa nyeri pada sendi maupun tulang yang diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri. Kandungan clindamycin bekerja dengan memperlambat pertumbuhan bakteri sehingga akhirnya nyeri yang dirasa bisa berkurang.

Clinidac yang berbentuk kapsul ini bisa dikonsumsi setiap 6 jam sejumlah 1/2 sampai 1 kapsul. Namun, clinidac termasuk golongan obat keras. Sehingga diperlukan resep dokter saat mengonsumsinya. Terdapat efek samping saat mengonsumsi obat clinidac yaitu diare atau buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, 3x atau lebih dalam satu hari. Selain itu efek samping lainnya adalah mual, muntah, sakit perut dan gatal ringan.

7. Panadol

Panadol adalah salah satu merk obat nyeri sendi di apotik yang banyak dicari orang. Kandungan yang ada pada panadol biru yaitu paracetamol. Paracetamol bisa membantu untuk mengatur nyeri pada pusat pengaturan di otak agar rasa nyeri bisa berkurang. Panadol biru tersedia dalam bentuk kaplet dan bisa dikonsumsi sejumlah 1 sampai 2 kaplet, 3-4 kali sehari. Obat panadol ini termasuk dalam kategori obat bebas yang bisa dibeli di apotik tanpa menggunakan resep dokter.

Penggunaan panadol biru dapat menimbulkan efek samping. Beberapa diantaranya yaitu kulit kemerahan, kulit terasa gatal, kulit terkelupas, sariawan dan bengkak pada bibir, lidah ataupun tenggorokan.

8. Proris

Proris adalah salah satu merk obat nyeri sendi di apotik yang didalamnya terdapat kandungan yaitu ibuprofen. Ibuprofen bisa membantu untuk mengurangi rasa nyeri sendi maupun tulang. Cara kerja obat proris ini yaitu dengan menghambat pembentukan zat yang dapat memicu nyeri pada tubuh. Obat ini bebas untuk dibeli di apotik tanpa menggunakan resep dokter.

Dosis konsumsi proris pada anak-anak yaitu 1/4-1/2 kaplet, 3 sampai 4 kali sehari. Adapun dosis konsumsi proris pada dewasa yaitu 1 kaplet, 3 sampai 4 kali sehari. Obat ini disarankan untuk diminum setelah makan agar mencegah timbulnya efek samping seperti sakit gastritis atau maagh.

Proris memiliki efek samping yaitu mual, muntah, diare atau BAB 3x sehari atau lebih dengan konsistensi lembek atau cair, konstipasi atau kesulitan BAB, nyeri pada lambung, ruam kulit, penyempitan pada bronkus, trombositopenia (kadar trombosit di bawah normal), limfopenia (kadar sel limfosit di bawah normal), dan lain-lain.

9. Recolfar

Pada obat recolfar terdapat kandungan colchicine. Colchicine ini berfungsi untuk mengatasi nyeri pada tulang dan sendi akibat adanya penyakit asam urat. Tumpukan kristal sering ada pada kondisi yang menderita asam urat. Cara kerja obat recolfar yaitu dengan mengurangi peradangan pada sendi dan tulang akibat adanya tumpukan kristal tersebut.

@rumahsehatikad yang punya masalah sendi. silahkan tontonnya.. #nyerisendi #Tipsbermanfaat #kesehatantubuh #EdukasiKesehatan #TipsKesehatanTubuh #sakitsendi #sakitlutut #rumahsehatikad ♬ Pieces (Solo Piano Version) – Danilo Stankovic

Obat recolfar dapat dikonsumsi 0,6 mg, sekali dalam sehari. Recolfar merupakan termasuk obat golongan keras yang perlu resep dokter. Obat seperti allopurinol sering digunakan bersama dengan obat recolfar agar bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal. Efek samping dari penggunaan obat recolfar yaitu mual, sakit perut, muntah, demam, diare, peradangan pada mulut, sakit tenggorokan, memar dan perdarahan yang bisa terjadi dalam jangka waktu panjang.

Selain itu, obat recolfar juga bisa menimbulkan efek samping yang serius yaitu peradangan pada saraf, kerusakan sistem saraf, perdarahan pada saluran pencernaan, gangguan pada hati dan gangguan pada ginjal.

Begitulah penjelasan dari 9 merk obat nyeri sendi di apotik. Yang perlu menjadi catatan adalah tidak semua efek samping dirasakan oleh semua orang. Berbeda orang maka berbeda juga efek samping yang didapat dari penggunaan obat.

Selain mengonsumsi obat, penderita nyeri sendi perlu juga untuk mengonsumsi makanan yang tinggi akan kalsium, tidak merokok, berolahraga secara rutin dan juga menjaga berat badan agar tidak berlebih maupun kurang. Semoga informasi di atas dapat membantu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?