Awas! Kenali 10 Gejala Miom Sejak Dini Sebelum Makin Parah

Apa Itu Miom?

Mioma uteri atau lebih sering disebut dengan penyakit miom merupakan salah satu jenis tumor jinak yang ada pada dinding rahim (uterus) seorang wanita. Jenis tumor jinak yang satu ini memiliki risiko untuk terus tumbuh menjadi lebih besar, sehingga dapat menyebabkan nyeri dan pendarahan hebat pada saat menstruasi.

Terdapat beberapa variasi jumlah dan ukuran tumor jinak ini. Seseorang bisa saja memiliki satu atau lebih dari satu benjolan miom. Beberapa dari pertumbuhan miom ini bahkan berukuran terlalu kecil, sehingga sangat sulit untuk dideteksi secara langsung tanpa diagnosa secara medis.

Namun, di beberapa kasus, ada juga benjolan miom yang tumbuh hingga seukuran jeruk bali atau lebih besar. Ukuran tumor jinak yang sangat besar dapat merusak bagian dalam dan luar rahim.

Pada kasus ekstrim yang terjadi, beberapa jenis tumor jinak dapat tumbuh hingga memiliki ukuran yang cukup besar bahkan hingga memenuhi area panggul atau perut. Seseorang yang miom dengan ukuran besar tersebut bahkan dapat terlihat seperti sedang hamil.

 

Penyebab Miom

Munculnya benjolan miom bisa saja disebabkan oleh aktivitas hormon yang berlebih, namun hal tersebut belum dapat dipastikan oleh para ahli.

Berdasarkan pendapat dari ahli, tingginya kadar estrogen dan progesteron (hormon yang diproduksi oleh ovarium) dapat merangsang pertumbuhan tumor jinak tersebut. Hanya saja, ukuran miom akan cenderung mengecil ketika kadar hormon turun setelah masa menopause.

Hal tersebut juga dapat terjadi ketika seorang wanita mengkonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya saja seperti agonis atau antagonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH).

Adapun beberapa hal lainnya yang dapat membuat seseorang terkena penyakit miom, diantaranya:

  • Riwayat keluarga, seorang wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit miom jika mempunyai anggota keluarga yang memiliki riwayat miom.
  • Obesitas, orang yang memiliki kelebihan berat badan atau tekanan darah yang cukup tinggi memungkinkan untuk terkena penyakit miom.
  • Usia, seseorang memiliki risiko terkena penyakit miom seiring dengan pertambahan usia. Penyakit miom tersebut sering kali menyerang wanita yang berusia mulai dari 30-an hingga 50-an tahun. Setelah pengidapnya mengalami masa menopause, maka jenis tumor jinak ini akan cenderung mengecil dengan sendirinya.
  • Pola makan, mengkonsumsi daging merah dalam jumlah banyak dapat memberikan dampak pada perkembangan salah satu jenis tumor jinak yang satu ini. Hal tersebut sama halnya dengan kekurangan vitamin D

 

Jenis-Jenis Penyakit Miom

Berikut ini beberapa jenis penyakit miom (fibroid) yang dibedakan berdasarkan letaknya di dalam rahim, diantaranya:

  • Intramural

Miom yang satu ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Miom intramural biasanya muncul di dalam dinding otot rahim. Jenis miom ini memiliki kemungkinan untuk tumbuh lebih besar dan dapat meregangkan rahim.

 

  • Subserosa

Miom subserosa biasanya terbentuk di bagian luar rahim, yaitu di bagian yang bernama serosa. Jenis ini mungkin saja tumbuh cukup besar, sehingga membuat rahim akan tampak lebih besar di satu sisi.

 

  • Bertangkai

Jika miom atau fibroid subserosa dapat mengembangkan batang, dasar yang menopang tumor, maka kondisi tersebut biasanya disebut dengan fibroid bertangkai.

 

  • Submukosa

Jenis miom yang satu ini biasanya berkembang di miometrium, lapisan otot tengah rahim. Namun, kemunculan fibroid submukosa tidak sesering jenis tumor lainnya yang biasa menyerang wanita.

 

  • Serviks

Miom jenis ini biasanya berkembang di leher rahim yang menghubungkan rahim ke vagina. Tapi tenang saja, miom serviks tergolong penyakit yang jarang sekali terjadi.

 

Faktor Risiko Miom

Berikut ini beberapa risiko terjadinya penyakit miom:

  • Perubahan gen, miom mengandung perubahan gen yang berbeda dari sel otot rahim.
  • Hormon, dua hormon yang bernama estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan yang melapisi bagian dalam rahim menebal setiap siklus menstruasi untuk mempersiapkan kehamilan. Hormon-hormon tersebut dapat memicu pertumbuhan miom.
  • Faktor pertumbuhan zat lain, zat yang membantu tubuh menjaga jaringan, seperti faktor pertumbuhan mirip insulin dapat mempengaruhi pertumbuhan fibroid.
  • Matriks ekstraseluler (ECM), bahan tersebut dapat membuat sel-sel saling menempel. ECM meningkat pada miom dan membuatnya semakin berserat. Tak hanya itu saja, ECM juga dapat menyimpan faktor pertumbuhan dan menyebabkan perubahan biologis pada sel itu sendiri.
  • Pola pertumbuhan miom bervariasi, miom mungkin saja tumbuh secara lambat bahkan sepat. Selain ukurannya yang kemungkinan sama, beberapa miom juga sering kali mengalami lonjakan pertumbuhan dan di beberapa kasus lainnya dapat menyusut dengan sendirinya.

 

Gejala Penyakit Miom

Gejala miom yang muncul bisa saja berbeda-beda, tergantung pada seberapa besar ukuran tumor dan letak tumor tersebut di dalam tubuh. Pengidap miom mungkin saja memiliki gejala yang bisa muncul dan hilang dengan sendirinya atau bahkan gejala yang bertambah buruk selama siklus menstruasi.

Di beberapa kasus yang terjadi, ada pula pengidap miom merasakan gejala yang sangat parah, bahkan menimbulkan rasa sakit secara terus menerus. Namun, pada sebagian orang yang mengidap miom tidak mengalami gejala apapun.

Berikut ini beberapa gejala yang sering kali dirasakan oleh penderita miom, diantaranya:

  • Menstruasi yang berat, menyakitkan atau berkepanjangan.
  • Pendarahan antara periode menstruasi.
  • Nyeri panggul dan nyeri tekan perut.
  • Perasaan penuh di perut bagian bawah atau begah.
  • Pembengkakan atau pembesaran pada perut bagian bawah.
  • Sembelit atau diare.
  • Sering ingin buang air kecil atau kesulitan buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Sakit punggung di bagian bawah.
  • Masalah reproduksi, seperti kesulitan untuk bisa hamil.

 

Pada sebagian kasus yang terjadi jenis tumor jinak yang satu ini tidak sampai mengancam jiwa pengidapnya. Namun, jika sampai pada kondisi kehilangan banyak darah atau penyumbatan pada organ lain, maka perlu dilakukan tindakan operasi histerektomi.

Meskipun begitu, langkah prosedur tersebut tetap dapat menimbulkan risiko dan komplikasi tersendiri.

 

Diagnosa Miom

Jika dokter mencurigai adanya penyakit miom pada rahim seseorang, biasanya akan dilakukan pemeriksaan yang bertujuan untuk memastikan diagnosa.

Dokter akan mulai dengan menanyakan riwayat kesehatan, termasuk riwayat kesehatan keluarga. Tak hanya itu saja, dokter juga akan menanyakan tentang bagaimana siklus menstruasi dan gejala apapun yang sebelumnya dialami.

Setelah melakukan wawancara medis, selanjutnya dokter melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemeriksaan panggul guna mengetahui adanya pertumbuhan abnormal.
  • USG atau USG transvaginal untuk mendapatkan gambaran rahim yang jelas.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat gambar rahim dan organ panggul lainnya.

 

Cara Pengobatan Penyakit Miom

Umumnya, miom tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya, sehingga tidak memerlukan pengobatan atau penanganan medis yang serius.

Lalu apakah benar miom dapat menghilang dengan sendirinya? Hal tersebut tergantung pada kondisi miom dan riwayat kesehatan seseorang.

Namun, jika gejala yang timbul cukup parah atau benjolan miom berukuran besar serta berpotensi menyebabkan kerusakan pada organ di sekitarnya, maka dokter biasanya akan menyarankan beberapa prosedur pengobatan yang terbaik.

Berikut ini terdapat beberapa pilihan guna mengobati miom berdasarkan beberapa faktor, seperti seberapa parah gejala yang muncul, ukuran dan letak benjolan miom, keinginan untuk dapat hamil di masa depan, usia penderita, hingga seberapa dekat dengan masa menopause.

  • Pemberian Obat

Ada beberapa obat tanpa resep maupun resep yang dapat digunakan untuk mengobati jenis tumor jinak yang satu ini.

Beberapa obat hanya bertujuan untuk mengelola gejala yang timbul, sementara yang lainnya mempengaruhi pertumbuhan miom.

Berikut ini beberapa obat yang direkomendasikan oleh dokter, diantaranya:

  • Obat pereda nyeri tanpa resep, seperti ibuprofen atau acetaminophen, jika gejala dan ketidaknyamanan terasa ringan.
  • Suplemen zat besi, jika mengalami kekurangan zat besi akibat pendarahan.
  • Alat kontrasepsi, seperti pil KB, intrauterine device (IUD), dan depo-provera dapat mengontrol pendarahan menstruasi yang banyak.
  • Agonis GnRH (obat perangsang hormon) guna mengecilkan ukuran miom untuk sementara waktu.

 

  • Prosedur Operasi

Prosedur operasi dilakukan tergantung pada ukuran letak, dan jumlah miom yang muncul. Biasanya dokter akan menyarankan untuk segera melakukan operasi ketika kondisi miom yang sudah cukup parah.

Berikut beberapa pilihan prosedur operasi yang kurang invasif:

  • Miomektomi laparoskopi

Prosedur pembedahan yang menggunakan sayatan kecil dan alat dengan kamera kecil guna mengangkat miom yang mudah terjangkau.

  • Embolisasi fibroid rahim (UFE)

Prosedur radiologi yang menggunakan suntikan guna memblokir aliran darah ke miom, sehingga ukuran miom semakin mengecil bahkan mati.

  • Operasi USG yang dipandung MRI

Langkah ini merupakan salah satu teknik yang menggunakan gelombang USG untuk mengecilkan ukuran miom.

 

Pada beberapa kasus besar yang pernah terjadi, pengidap miom perlu untuk terlebih dahulu mempertimbangkan jenis operasi yang lebih invasif, seperti:

  • Histerektomi

Operasi yang dilakukan untuk mengangkat rahim secara sepenuhnya. Meskipun operasi tersebut dapat menghilangkan miom, namun hal tersebut menimbulkan risiko berupa penderitanya tidak akan memiliki kesempatan untuk hamil di kemudian hari.

 

  • Miomektomi perut

Prosedur pembedahan yang memerlukan sayatan besar di perut untuk dapat mengangkat miom tanpa perlu mengangkat rahim. Meskipun rahim tersebut tetap utuh dan memungkinkan bisa hamil di masa depan, namun miom tersebut memiliki risiko untuk muncul kembali.

 

  • Perawatan Rumahan

Sebenarnya tidak ada cara efektif pengobatan rumahan yang dapat mengobati fibroid secara langsung. Namun, tetap ada beberapa yang dapat dilakukan guna membantu mengatasi gejala yang muncul.

Berikut ini jenis-jenis terapi alternatif yang bisa kamu lakukan dengan ahlinya, seperti:

  • Akupuntur
  • Yoga
  • Pijat
  • Bantalan pemanas

 

Ada pula beberapa perubahan gaya hidup yang mungkin bisa membantu kamu dalam mengatasi gejala miom dengan lebih efektif. Tak hanya itu saja, cara ini juga dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh secara keseluruhan, diantaranya:

  • Perubahan pola makan.
  • Berolahraga.
  • Mengelola tingkat stres.
  • Menurunkan berat badan berlebih.

 

Cara Pencegahan Penyakit Miom

Kabar buruknya, hingga saat ini belum ditemukan cara yang paling efektif guna mencegah timbulnya benjolan miom. Namun, kamu tetap dapat mengurangi risikonya dengan cara menjaga berat badan yang sehat dan ideal serta melakukan pemeriksaan panggul secara rutin.

Jika kamu sudah terlanjur memiliki miom berukuran kecil, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga miom dapat sembuh.

 

Madu Herbal Zymuno

Zymuno merupakan madu imunoterapi herbal pertama di Indonesia yang diformulasikan khusus oleh ahli medis terpercaya sehingga berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Misalnya saja seperti mengatasi benjolan pada leher, payudara, ketiak atau bagian tubuh lainnya, mengobati tiroid, mengobati kista/miom, serta mampu mengobati tumor jinak.

miom

Madu herbal Zymuno terbukti 3x lebih ampuh dalam mengobati benjolan, kista dan tumor jinak dalam 14 hari.

Madu Zymuno terbuat dari bahan-bahan alami seperti madu asli, daun meniran, daun kelor dan temulawak.

Zymuno dengan herbal imunoterapi-nya mengandung anti-inflamasi dan zat anti-tumor alami yang berkhasiat untuk meningkatkan pembentukan sel pada jaringan kulit, sehingga mencegah berkembangnya benjolan dan sel tumor.

 

Manfaat Madu Zymuno

miom

Zymuno sudah teruji BPOM dan MUI dan sangat direkomendasikan untuk kamu yang mengalami masalah kesehatan. Adapun manfaat madu herbal Zymuno antara lain:

  • 3x lebih ampuh mengobati benjolan pada tubuh
  • Mengobati peradangan kronis
  • Mengatasi bengkak kelenjar getah bening
  • Mengatasi kista
  • Mengobati tiroid dan lipoma
  • Mengatasi tumor jinak
  • Memperlambat berkembangnya sel tumor
  • Membantu melancarkan haid pada wanita
  • Membantu terapi tumor dan kanker
  • Meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?