Apa Itu Penyakit Miom? Simak 5 Faktor Risikonya

Kenali Bahaya Penyakit Miom

Miom merupakan salah satu gangguan kesehatan yang ditandai dengan benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau bagian luar. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala berat bahkan menyebabkan komplikasi kehamilan.

Miom atau uterine fibroid merupakan salah satu jenis tumor rahim jinak yang biasanya menyerang wanita yang berusia tidak terlalu produktif, yaitu rentang 30 hingga 50 tahun. Penderita miom bisa saja memiliki satu atau beberapa benjolan sekaligus dengan ukuran yang berbeda-beda. Kondisi tersebut umumnya dapat diatasi melalui terapi hormon atau operasi.

 

Gejala dan Penyebab Penyakit Miom

Penyakit miom umumnya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun, jika gejala tersebut muncul, penderita miom biasanya akan mengalami pendarahan menstruasi yang berat atau menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari, nyeri panggul, hingga sering buang air kecil.

Pada beberapa kasus miom yang terjadi, miom juga bisa saja menimbulkan pendarahan vagina setelah berhubungan intim.

Penyebab munculnya penyakit miom sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti hingga kini. Namun, kondisi tersebut diduga masih berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan progesteron, serta riwayat miom dalam keluarga.

 

Jenis-Jenis Penyakit Miom

Berikut ini beberapa jenis penyakit miom (fibroid) yang dibedakan berdasarkan letaknya di dalam rahim, diantaranya:

  • Intramural

Miom yang satu ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Miom intramural biasanya muncul di dalam dinding otot rahim. Jenis miom ini memiliki kemungkinan untuk tumbuh lebih besar dan dapat meregangkan rahim.

 

  • Subserosa

Miom subserosa biasanya terbentuk di bagian luar rahim, yaitu di bagian yang bernama serosa. Jenis ini mungkin saja tumbuh cukup besar, sehingga membuat rahim akan tampak lebih besar di satu sisi.

 

  • Bertangkai

Jika miom atau fibroid subserosa dapat mengembangkan batang, dasar yang menopang tumor, maka kondisi tersebut biasanya disebut dengan fibroid bertangkai.

 

  • Submukosa

Jenis miom yang satu ini biasanya berkembang di miometrium, lapisan otot tengah rahim. Namun, kemunculan fibroid submukosa tidak sesering jenis tumor lainnya yang biasa menyerang wanita.

 

  • Serviks

Miom jenis ini biasanya berkembang di leher rahim yang menghubungkan rahim ke vagina. Tapi tenang saja, miom serviks tergolong penyakit yang jarang sekali terjadi.

 

Faktor Risiko Penyakit Miom

Berikut ini beberapa risiko terjadinya penyakit miom:

  • Perubahan gen, miom mengandung perubahan gen yang berbeda dari sel otot rahim.
  • Hormon, dua hormon yang bernama estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan yang melapisi bagian dalam rahim menebal setiap siklus menstruasi untuk mempersiapkan kehamilan. Hormon-hormon tersebut dapat memicu pertumbuhan miom.
  • Faktor pertumbuhan zat lain, zat yang membantu tubuh menjaga jaringan, seperti faktor pertumbuhan mirip insulin dapat mempengaruhi pertumbuhan fibroid.
  • Matriks ekstraseluler (ECM), bahan tersebut dapat membuat sel-sel saling menempel. ECM meningkat pada miom dan membuatnya semakin berserat. Tak hanya itu saja, ECM juga dapat menyimpan faktor pertumbuhan dan menyebabkan perubahan biologis pada sel itu sendiri.
  • Pola pertumbuhan miom bervariasi, miom mungkin saja tumbuh secara lambat bahkan sepat. Selain ukurannya yang kemungkinan sama, beberapa miom juga sering kali mengalami lonjakan pertumbuhan dan di beberapa kasus lainnya dapat menyusut dengan sendirinya.

 

Perbedaan Penyakit Miom dan Kista Ovarium 

Kebanyakan orang mungkin belum mengetahui perbedaan miom dan kista ovarium, bahkan biasanya akan menganggap bahwa keduanya merupakan penyakit yang sama. 

Miom dan kista ovarium merupakan dua jenis tumor jinak yang biasanya menyerang organ reproduksi wanita. Meskipun demikian, baik miom maupun kista ovarium merupakan dua kondisi yang berbeda. Perbedaan miom dan kista ovarium sangat mudah dikenali berdasarkan bentuk dan letaknya.

 

Miom merupakan jenis penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan sel yang bersifat jinak dari otot dinding rahim. Sedangkan kista ovarium merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya kantung berisi cairan yang tumbuh dan berkembang di ovarium atau indung telur, baik indung telur bagian kiri, kanan, atau di kedua indung telur.

Perbedaan antara miom dan kista ovarium dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dari penyebab dan gejala yang menyertainya. Berikut ini ulasan lebih lengkap mengenai perbedaan miom dan kista ovarium.

 

  • Perbedaan Miom dan Kista Ovarium Berdasarkan Penyebab

Penyebab munculnya penyakit miom memang belum dapat diketahui secara pasti hingga kini. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu pertumbuhan miom dan kista ovarium, diantaranya:

  • Genetik

Jika nenek, ibu, atau saudara kandung perempuan di keluarga pernah mengidap penyakit miom, maka besar kemungkinan kamu juga akan berpotensi memiliki miom di tubuh.

 

  • Hormon

Hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi secara berlebihan di dalam ovarium juga ternyata dapat memicu pertumbuhan miom.

 

  • Usia menstruasi pertama terlalu dini

Berdasarkan penelitian dari para ahli, wanita yang mengalami menstruasi pertama di bawah usia 10 tahun memiliki risiko terkena miom lebih tinggi.

Berbeda dengan miom, penyakit kista ovarium diketahui dapat tumbuh secara alami di dalam tubuh wanita, terutama ketika wanita tersebut sedang pada masa subur atau sedang haid. Namun, hal yang perlu diwaspadai yaitu ketika ukuran kista ovarium yang semakin membesar.

Hal tersebut tentu dapat menimbulkan masalah yang berkaitan dengan penyakit tertentu, seperti endometriosis dan sindrom polikistik ovarium (PCOS).

 

  • Perbedaan Miom dan Kista Ovarium Berdasarkan Gejala

Pertumbuhan miom sering kali tidak dapat langsung terdeteksi. Hal tersebut terjadi karena miom biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu yang menyertainya, terlebih lagi jika ukuran miom yang masih kecil serta jumlahnya yang sedikit.

Miom dan kista ovarium biasanya akan terdeteksi secara tidak sengaja, misalnya saja saat seorang wanita sedang menjalani pemeriksaan USG rahim.

Namun, pada beberapa kasus yang terjadi, timbulnya miom bisa saja ditandai dengan pendarahan dari vagina, nyeri panggul saat menstruasi, serta sering buang air kecil.

Sama seperti miom, penyakit kista ovarium juga kerap kali tidak menimbulkan gejala sama sekali. Biasanya, gejalanya baru akan muncul saat benjolan kista tersebut mulai membesar dan berdampak pada organ dan jaringan yang ada di sekitarnya.

Adapun beberapa gejala kista ovarium yang biasanya muncul pada penderita, diantaranya yaitu mual dan muntah, perut terasa kembung, nyeri saat berhubungan seksual, sakit di bagian punggung belakang dan paha, serta merasa nyeri di bagian payudara.

Jika kondisi tersebut semakin parah, maka biasanya akan timbul gejala lain yang menyertai, seperti demam, tubuh terasa lemas, dan nyeri panggul yang sangat mengganggu.

 

Pengobatan dan Pencegahan Miom dan Kista Ovarium 

Miom yang memiliki ukuran kecil serta tidak menimbulkan gejala yang berarti biasanya tidak memerlukan penanganan medis. Pasanyalnya gangguan tersebut bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Namun, jika kamu mengidap miom, sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebab dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya dokter akan menyarankan penderita miom untuk melakukan terapi hormon atau operasi pengangkatan miom.

Pada kondisi ringan dengan gejala yang tidak terlalu berat, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala guna memantau perkembangan kista atau miom. Namun, jika kondisi tersebut sudah menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, miom dan kista ovarium perlu segera mendapatkan penanganan. Jika tidak ditandai dengan benar, miom dan kista ovarium bisa saja menyebabkan komplikasi, seperti anemia, torsi ovarium atau pecahnya kista.

 

Pengobatan miom dapat dilakukan dengan cara pemberian hormon, misalnya menggunakan pil KB atau hormon gonadotropin. Hanya saja, jika ukuran miom besar atau jumlahnya yang cukup banyak, maka diperlukan tindakan operasi pengangkatan miom.

Hampir sama dengan penyakit miom, pengobatan pada kista ovarium juga dapat dilakukan dengan pemberian hormon. Jika ukuran kista ovarium cukup besar dan dicurigai terdapat kanker, maka diperlukan tindakan operasi atau pembedahan.

 

Miom dan kista ovarium merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah. Namun, tetap ada beberapa upaya yang dapat dilakukan guna menurunkan risiko terkena miom dan kista ovarium, diantaranya yaitu dengan cara menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal serta memperbanyak asupan sayuran dan buah-buah. 

Semakin cepat miom dan kista ovarium terdeteksi dan diobati, maka hal tersebut dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan serta komplikasi yang lebih parah.

 

Madu Herbal Zymuno

Zymuno merupakan madu imunoterapi herbal pertama di Indonesia yang diformulasikan khusus oleh ahli medis terpercaya sehingga berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Misalnya saja seperti mengatasi benjolan pada leher, payudara, ketiak atau bagian tubuh lainnya, mengobati tiroid, mengobati kista/miom, serta mampu mengobati tumor jinak.

miom

Madu herbal Zymuno terbukti 3x lebih ampuh dalam mengobati benjolan, kista dan tumor jinak dalam 14 hari.

Madu Zymuno terbuat dari bahan-bahan alami seperti madu asli, daun meniran, daun kelor dan temulawak.

Zymuno dengan herbal imunoterapi-nya mengandung anti-inflamasi dan zat anti-tumor alami yang berkhasiat untuk meningkatkan pembentukan sel pada jaringan kulit, sehingga mencegah berkembangnya benjolan dan sel tumor.

 

Perbedaan Madu Zymuno dengan Produk Lain

miom

Meskipun sama-sama produk madu, namun jangan sampai salah pilih ya!

Berikut ini perbedaan antara Madu Zymuno dan Produk Madu Lain:

  • Madu Zymuno
  1. Madu Zymuno 100% Herbal dengan 4 kebaikan alam madu asli, daun kelor, daun meniran, dan temulawak
  2. Diproduksi di bawah pengawasan ketat dan diolah secara premium, berkualitas, dan dijamin original
  3. 100% tanpa efek samping dan tidak menyebabkan ketergantungan
  4. Banyak testimoni asli dari pelanggan setia yang pernah mengkonsumsi Zymuno
  5. Garansi 4x lipat uang kembali jika produk palsu atau tidak asli
  6. Madu Zymuno tersertifikasi lolos uji BPOM dan Halal MUI, dijamin 100% aman untuk dikonsumsi
  7. Harga terjangkau dibandingkan dengan produk lain, banyak diskon dan potongan ongkir

 

  • Produk Madu Lain
  1. Produk lain hanya 20% – 50% kandungan alami herbalnya, bahkan ada campuran bahan kimia
  2. Diproduksi tanpa teknologi dan proses produksi yang seadanya, serta belum terjamin keasliannya.
  3. Seringkali menimbulkan efek samping dan menyebabkan ketergantungan setelah mengkonsumsi
  4. Sedikit testimoni khasiat produk sehingga kurang terpercaya
  5. Produk lain belum tentu ada garansi
  6. Masih perlu dipastikan status sertifikasinya sebelum dikonsumsi
  7. Harga mahal, sedikit diskon, dan tidak ada potongan ongkir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?