2 Jenis Obat Tulang Keropos, Sudahkah Kamu Mengetahuinya?

Orang yang mengalami osteoporosis atau tulang keropos perlu mengonsumsi obat. Obat tulang keropos terbagi menjadi 2 jenis, yaitu pengobatan non hormonal dan pengobatan hormonal. Obat tersebut berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang. Sebelum mengetahui jenis obat tulang keropos, kita perlu mengetahui cara mencegah terjadinya osteoporosis. Berikut merupakan cara-cara mencegah osteoporosis:

  • Olahraga seperti yoga agar keseimbangan tubuh meningkat.
  • Menjaga keamanan diri dengan tidak menggunakan alas kaki yang licin saat berada di luar rumah
  • Menghindari risiko jatuh akibat tertabrak barang di rumah. Agar aman, diperlukan penataan barang dan perabotan rumah tangga yang baik.
  • Menghindari risiko jatuh dengan memasang karpet dan pegangan dinding.
  • Menggunakan sandal khusus saat di kamar mandi agar tidak terjatuh.

Obat Tulang Keropos Non Hormonal

Pengobatan non hormonal yang dapat diberikan pada penderita keropos tulang atau osteoporosis yaitu pemberian vitamin tulang. Vitamin tulang tersebut bisa didapat dari susu yang mengandung vitamin tulang. Atau bisa juga berbentuk suplemen vitamin D, suplemen kalsium, bisfosfonat, dan denosumab.

1. Susu Etawalin

Susu Etawalin merupakan susu kambing etawa yang memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai obat tulang keropos. Etawalin merupakan solusi efektif bagi seseorang yang mengalami pengeroposan tulang. Kandungan etawalin beberapa diantaranya yaitu kalsium dan fosfor. Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan tulang serta gigi. Selain itu, kalsium juga berperan sebagai pendukung kerja sistem saraf dan kontraksi otot.

Begitupun dengan fosfor. Fosfor adalah mineral yang diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan tulang serta gigi. Selain itu, fosfor juga dapat menjaga keseimbangan pH pada tubuh dan menghasilkan energi. Kandungan kalsium dan fosfor yang ada pada susu etawalin bekerja sama hingga dapat menjaga kepadatan tulang dan mengobati tulang yang mengalami pengeroposan.

Susu etawalin yang dikonsumsi dua kali dalam sehari bisa membuat tubuh mendapat manfaatnya secara maksimal. Manfaat lain dari susu etawalin selain menjaga kepadatan tulang yaitu mengatasi rematik, asam urat, nyeri sendi dan menjaga kesehatan sendi.

2. Suplemen Vitamin D

Fungsi dari vitamin D yaitu dapat menjaga kepadatan tulang dan menjaga daya tahan tubuh. Tubuh yang kebutuhan vitamin D nya terpenuhi dengan baik, maka kondisi tulang dan giginya tidak mudah mengalami pengeroposan serta tidak mudah sakit. Vitamin D bisa didapatkan dari makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan salmon, ikan sarden, telur dan daging merah. Selain itu juga bisa didapat dari suplemen vitamin D.

Contoh dari suplemen vitamin D yaitu Cavit-D3, Nutrimax Vitamin D3 400 IU, Wellness Vitamin D3 400 IU, Vitamin D3 400 IU Novapharin, Prove D3 Drops, Blackmores Vitami D3 1000 IU, Femmy Vitamin D3 1000 IU, Wellness Vitamin D3 1000 IU, Nature’s Plus Vitamin D3 1000 IU dan Prove D3 5000 IU.

Kebutuhan vitamin D pada orang dewasa yaitu 600 hingga 800 IU atau 15-20 mcg per hari. Pengonsumsian suplemen vitamin D sebagai obat tulang keropos ini akan diberikan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan setiap orangnya.

3. Suplemen Kalsium

Tubuh yang kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang rapuh hingga keropos. Suplemen kalsium adalah salah satu obat tulang keropos yang menjadi langkah efektif sebagai upaya pencegahan terjadinya kerapuhan pada tulang. Kebutuhan kalsium setiap orang berbeda-beda. Pada orang dewasa dibutuhkan sekitar 1.000-1.200 mg kalsium per hari. Kalsium tersebut bisa didapatkan dari makanan yang mengandung kalsium ataupun dari suplemen kalsium.

Beberapa contoh dari suplemen kalsium yaitu CDR atau Calcium D Redoxon, Biocalci-72, Calcifar Plus, Cal-95, Blacmores Calcimag Multi, Protecal Solid, Curvit Cl Emulsion, dan Nature’s Health Nano Calcium. Dosis suplemen kalsium yang dikonsumsi dari merk di atas harus disesuaikan dengan resep dokter atau sesuai dengan aturan dosis yang tertera pada kemasan masing-masing obat.

4. Bisfosfonat

Fungsi dari obat golongan bisfosfonat yaitu memperlambat pecahnya jaringan tulang dan menjaga kepadatan tulang. Sediaan bisfosfonat berbagai macam yaitu ada bentuk tablet, kapsul, injeksi atau melalui infus. Perlu menjadi catatan, penggunaan bisfosfonat injeksi harus dilakukan di rumah sakit.

Beberapa contoh dari obat golongan bisfosfonat yaitu alendronate, risedronate, clodronate, dan zoledronic acid. Alendronate dan risedronate tersedia dalam bentuk tablet. Clodronate tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, cairan suntik, cairan infus. Sedangkan zoledronic acid tersedia dalam bentuk injeksi atau infus saja.

Terapi bisfosfonat digunakan dalam jangka waktu panjang sekitar 3-5 tahun. Penting untuk selalu berkonsultasi kepada dokter agar diberikan resep yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Bisfosfonat juga dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri otot, pusing, sakit kepala, gangguan pencernaan seperti kram perut, GERD, maagh, sembelit atau bahkan diare.

@drtonysetiobudi Penyakit diam yang ketahuannya saat patah tulang. #osteoporosis #drtonysetiobudi #tulang #tulangpatah #tulangkeropos #infomedis ♬ Wait A Minute! (Duckhead Edit) – Duckhead Dj Kasur

5. Denosumab

Obat jenis denosumab akan diberikan pada orang yang berisiko tinggi mengalami patah tulang ataupun yang tidak bisa menggunakan jenis bisfosfonat. Obat jenis ini diberikan melalui injeksi atau suntik dengan dosis 60 mg setiap enam bulan.

Denosumab adalah antibodi monoklonal yang dapat membantu untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah pengeroposan tulang. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, orang yang memiliki riwayat alergi berat pada denosumab, dan orang yang memiliki kadar kalsium rendah atau hipokalsemia.

Efek samping dari denosumab bermacam-macam. Beberapa diantaranya yaitu keringat berlebihan, anemia atau kekurangan sel darah merah, penurunan kadar kalsium darah, gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, gangguan otot dan gangguan pada gigi. Perlu menjadi catatan, denosumab termasuk obat dengan kategori obat keras. Oleh karena itu, diperlukan resep dokter saat menggunakan terapi ini.

Obat Tulang Keropos Hormonal

Pengobatan hormonal yang diberikan pada pasien keropos tulang yaitu pemberian beberapa hormon yang bisa diberikan melalui injeksi, nasal spray, dan lain-lain. Penggunaan obat ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang.

1. Hormon Estrogen

Terapi ini diberikan pada wanita yang sudah memasuki fase menopause. Terapi ini hanya boleh digunakan sesuai dengan saran dokter karena dapat berisiko menimbulkan penyakit. Seperti kanker ovarium, kanker payudara, dan stroke.

2. Hormon Testosteron

Terapi ini diberikan pada pria yang mengalami kondisi hipogonadisme. Hipogonadisme adalah kondisi ketika kelenjar seksual tidak dapat menghasilkan hormon dalam jumlah yang semestinya.

3. Kalsitonin

Hormon kalsitonin merupakan hormon yang bekerja untuk menghambat sel-sel yang akan mengeroposkan tulang. Dengan begitu, kalsitonin bisa memperkuat kepadatan tulang. Pemberian kalsitonin bisa berupa injeksi maupun nasal spray.

4. SERMs (Selective Estrogen Receptor Modulators)

Raloxifene merupakan salah satu jenis dari SERMs yang digunakan sebagai obat tulang keropos. Raloxifine dapat menjaga kepadatan tulang dan juga bisa mencegah terjadinya patah tulang atau fraktur. Obat raloxifine dapat dikonsumsi setiap hari, namun terdapat beberapa efek samping yang bisa muncul. Seperti kram pada kaki dan berisiko adanya penggumpalan darah.

5. Obat Penumbuh Tulang

Obat penumbuh tulang diberikan kepada pasien dengan kepadatan tulang yang sangat rendah. Terdapat beberapa contoh obat yang diberikan dalam bentuk injeksi. Yaitu teriparatide, danabaloparatide serta romosozumab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?