Tidak Nafsu Makan dan Mual, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tidak Nafsu Makan dan Mual

Tidak nafsu makan dan mual bisa dialami oleh siapa saja. Saat sedang mengalami hal tersebut pastikan untuk mengatasinya segera. Sebab kondisi mual yang berkepanjangan akan mengakibatkan pola makan berantakan lantaran nafsu makan berkurang. Kedua gejala tersebut memang saling berhubungan.

Saat seseorang merasa mual, tentu akan berdampak pada nafsu makan yang menurun. Nafsu makan yang berkurang akan menjadi masalah tersendiri. Dimana seseorang tidak merasa lapar dan makan dengan porsi sedikit.

Sedangkan untuk kondisi perut yang mual mengakibatkan tenggorokan dan mulut terasa tidak enak. Bahkan biasanya juga dilanjutkan dengan kondisi muntah dan kepala pusing. Jika terjadi hal seperti ini jangan anggap sepele. Segera cari penyebab dan cara mengatasinya.

Tidak Nafsu Makan dan Mual
healthcareassociates.com

Penyebab Tidak Nafsu Makan dan Mual

Penyebab munculnya rasa mual dan nafsu makan berkurang bisa diakibatkan karena berbagai hal. Mulai dari pencernaan yang bermasalah, olahraga berat, hamil, atau justru keracunan. Adanya kini rasa mual yang dirasakan terus menerus pun juga akan mengakibatkan muntah.

Dua gejala tersebut biasanya berhubungan dengan masalah pencernaan. Untuk itu, pastikan tahu apa saja penyebabnya. Berikut ini penyebab yang dapat mengakibatkan tidak nafsu makan dan mual menyerang Anda.

Keracunan

Salah satu yang bisa mengakibatkan nafsu makan berkurang yaitu akibat keracunan. Gejala keracunan makanan biasanya muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Namun, pada beberapa orang, gejala keracunan makanan bisa muncul beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Jika Anda mengalami gejala keracunan makanan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat untuk mengatasi keracunan.

Anemia

Anemia sering menjadi penyebab tidak nafsu makan dan mual. Hal ini terjadi karena anemia menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Kekurangan oksigen ini dapat memicu berbagai gejala, termasuk mual dan kehilangan nafsu makan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab anemia dan memberikan pengobatan yang tepat.

Pengobatan anemia ini harus sesuai dengan apa yang menjadi penyebabnya. Apabila anemia bersumber dari kekurangan zat besi, dokter akan memberikan suplemen zat besi. Jika anemia disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, dokter akan meresepkan suplemen vitamin B12.

Stres

Stres bisa menjadi faktor berat badan menurun dan muntah. Kondisi ini dapat memengaruhi sistem pencernaan dan hormon yang mengatur nafsu makan. Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang bisa memperlambat pencernaan dan menyebabkan mual.

Selain itu, menyebabkan peradangan pada usus yang dapat menyebabkan diare dan malabsorpsi atau kesulitan menyerap nutrisi. Stres juga dapat menyebabkan perut kembung, mulas, dan sakit pencernaan.

Pengaruh stres bisa cukup beragam termasuk. Meningkatnya produk produksi hormon ghrelin, yang menekan nafsu makan. Stres dapat meningkatkan produksi hormon leptin, yang memberi sinyal pada otak bahwa tubuh sudah kenyang. Bahkan stres dapat menurunkan produksi hormon serotonin, yang dapat menyebabkan depresi dan kecemasan, sehingga menekan nafsu makan.

Infeksi Sistem Pencernaan

Tidak nafsu makan dan mual bisa menjadi salah satu gejala infeksi sistem pencernaan. Infeksi virus atau bakteri yang menyerang usus dan perut. Gejalanya termasuk mual, muntah, diare, kram perut, dan demam. Selain itu, peradangan pada dinding lambung memiliki gejala yang sama yaitu mual, muntah, rasa perih di perut, dan nafsu makan berkurang. Peradangan kronis pada usus gejalanya termasuk diare, sakit perut, demam, dan nafsu makan berkurang.

Kehamilan

Selain terjadinya masalah di perut, adanya rasa tidak nafsu makan dan mual juga bisa dikarenakan adanya kehamilan. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon pada masa hamil. Biasanya hal ini terjadi kurang lebih dalam minggu pertama dan mereda ketika usia kehamilan sudah menginjak 14 minggu.

Meski demikian ada juga yang masih berlanjut, semua tergantung dari kondisi kehamilan masing-masing wanita. Untuk mengatasinya, banyak cara yang dapat dilakukan agar dapat mengurangi rasa tersebut. Mulai dari makan buah-buahan, makan dalam porsi kecil, dan menghindari bau menyengat yang bisa mengakibatkan mual atau pusing.

Cara Mengatasi Gejala Nafsu Makan Berkurang dan Mual

Setelah Anda tahu penyebab mengapa kondisi tersebut terjadi, pastinya akan lebih mudah dalam mengatasi. Saat mengalami gejala tidak nafsu makan dan mual berkepanjangan, ada baiknya untuk bisa berkunjung ke dokter. Sebab nafsu makan yang berkurang dapat mengindikasi munculnya penyakit dalam tubuh. Setelah pergi ke dokter barulah bisa mengatasi sesuai diagnosa penyakit. Selain itu, pastikan juga melakukan hal-hal berikut ini, tujuannya untuk tetap menjaga tubuh agar sehat.

Menenangkan Pikiran

Luangkan waktu untuk duduk dengan tenang dan fokus pada pernapasan. Tarik napas dalam-dalam dan buang napas perlahan. Anda dapat mengikuti panduan meditasi online atau aplikasi meditasi. Selain iu, lakukan gerakan yoga yang ringan dan fokus pada pernapasan. Yoga dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Latihan pernapasan seperti pernapasan perut atau diafragma dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.

Rajin Berolahraga

Rajin berolahraga dapat membantu mengatasi nafsu makan berkurang dan mual dalam beberapa kasus. Olahraga dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang dapat meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan.

Olahraga juga dapat meningkatkan energi tubuh yang membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan mood, membantu mengurangi stres, serta dapat mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan menyebabkan mual. Bahkan olahraga teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Istirahat Cukup

Saat tubuh lelah, akan memproduksi hormon ghrelin atau hormon lapar lebih banyak. Sedangkan leptin atau hormon kenyang lebih sedikit. Hal ini dapat menyebabkan rasa lapar berlebihan dan nafsu makan meningkat.

Istirahat cukup dapat membantu meningkatkan energi dan menstabilkan hormon-hormon tersebut, sehingga membantu mengontrol nafsu makan. Saat seseorang kurang tidur dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan mual. Istirahat cukup dapat membantu memperkuat sistem pencernaan dan meredakan mual yang sedang Anda alami.

Minum Vitamin

Cara mengatasi kondisi tidak nafsu makan dan mual juga bisa dengan minum vitamin. Ada banyak jenis vitamin yang bisa diperoleh di pasaran. Namun untuk Anda yang menginginkan konsumsi vitamin heral bisa konsumsi Vitummy. Dimana sebagai produk madu herbal yang mampu meningkatkan gairah nafsu makan baik anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan banyak berkhasiat untuk para penderita cacingan.

Produk ini dibbuat dar PT Erdigma atau Erhanesia Digima Mukitama. Sebagai perusahaan resmi yang telah memiliki izin edar BPOM. Produk multivitamin madu herbal yang mengandung berbagai tumbuhan amotheraphy bisa membantu tubuh rileks.

Selain menambah nafsu makan dan mengatasi cacingan, Vitummy juga menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Mulai dari menambah imun tubuh, saluran pencernaan yang semakin sehat, memperbaiki tumbuh kembang bayi, dan memenuhi kebutuhan energi tubuh.

Sebaiknya atasi tidak nafsu makan dan mual yang terjadi secara terus menerus. Sebab kondisi ini akan mengakibatkan beberapa penyakit menghampiri. Degan pola makan yang sehat, tubuh akan semakin bugar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop
produk nasa

Stc PT Natural Nusantara

Selamat datang di stc PT Natural Nusantara. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang di PT Natural Nusantara, ada yang bisa Saya bantu?